Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

Archives

FJB 2010, Makin Seru dan Nikmat dengan Pilihan Ibu Nusantara

29 June 2010


Fetival Jajanan Bango (FJB), tahun ini kembali digelar di tiga kota; Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Sebagai pembuka gelaran tahunan yang menyajikan aneka jajanan kuliner nusantara ini akan dihelat di Plaza Selatan, Gelora Bung Karno Jakarta, 3-4 Juli 2010.

Tahun ini, FJB mengetengahkan tema “Pilihan Ibu Nusantara”. Setidaknya akan tersedia 57 jajanan pilihan asli nusantara dan para duta Bango dari beberapa daerah seperti Lontong Balap Pak Gendut Surabaya, Mie Koclok Mas Edi Cirebon, Bubur Ayam Man H Oyo Tea Bandung, Timlo Sastro Solo, Bebek Kaleyo, Iga Sapi Penyet Warung Leko, Soto Ahrie Garut, Sate Tegal Abu Salim, dan masih banyak lagi.

Khusus FJB Jakarta terselengara selama 2 hari (Sabtu, 3 Juli 2010, Pukul 10.00 – 22.00 WIB) dan Minggu, 4 Juli 2010, pukul 10.00 – 18.00 WIB. Para pengunjung juga akan dihibur dengan pagelaran musik ”Harmoni Ibu Nusantara bersama Viky Sianipar, serta aneka game bersama host-host Bango Cita Rasa Nusantara.

Dalam FJB ini para pengunjung yang beruntung dapat membelanjakan voucher makan yang telah didapatkannya dari mengikuti poling Jajanan Favorit Keluarga via facebook, twitter, maupun sms.
Nah, bila pada akhir pekan ini Anda ingin memanjakan keluarga, silakan saja ajak semuanya ke Festival Jajanan Bango 2010 di Plaza Selatan Gelora Bung Karno. Anda bisa menikmati sajian kuliner nusantara antara lain: 1. Bubur Ayam Mang H Oyo Bandung, 2. Lontong Balap Pak Gendut Surabaya, 3. Mie Sate Mamang Ayep Medan, 4. Mie KoclokMas Edi Cirebon, 5. Pedesan Entog Bang Cumbat Indramayu, 6. Soto Ahrie garur, 7. Timlo Sastro Solo, yang merupakan para duta Bango.

Sedangkan menu kuliner pilihan lainnya antara:
8. Ayam Bakar Baliqui
9. Ayam Bakar Mas Mono
10. Asinan Betawi Ny Isye
11. Eneka Jajanan Pasar
12. Bakso Lapangan Tembak
13. Bakso Bakar dan ceker Senayan
14. Bakmi Jawa H Minto
15. Bebek Goreng HT
16. Bebek Kaloyo
17. Bubur Ase Betawi Bu Asnah Neh
18. Es Goyang dan Selendang Mayang
19. Es Cincau Siragl
20. Gado-GadoKertanegara
21. Gabus Pucung dan Pecak Gurame Bpk Misan
22. Ikan Bakar & Sop Iga Bang Yus
23. Ikan Bakar Babe Naseri
24. Iga Goreng Warung Ngalam
25. Iga Sapi Penyet Warung Leko
26. Ketoprak Cobek Pak Yono
27. Ketoprak Ciragil
28. Ketupat Sayur Sukarna
29. Martabak Kubang
30. Mie Aceh Seulawah Benhill
31. Mie Ayam Pak Loso Kumis Jl. Irian/Lombok
32. Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih
33. Nasi Goreng Lalan Bahkti
34. Nasi Uduk & Ayam Goreng H Babe Saman
35. Nasi Ulam Ibu Yoyo
36. Nasi Ulam Misjaya
37. Nasi Gandul Warung Nasi Gandul Khas Kota Pati
38. Pecel Lele Lola
39. Pecel Pincuk Godong Hijau
40. Pempek @Bang
41. Sate Kambing Pondok Sate Penjompongan
42. Sate Tulang & Soto Banjar Eldorado
43. Sate Bang Toher Kalibata
44. Sate tegal Abu Salim
45. Siomay Kari Umbi
46. Sop Buntut Cut Mutia
47. Sop Buntut Depot Anda
48. Sop Kaki Kambing H Dudung
49. Soto Betawi Mpok Rodemeh
50. Soto Mie Seroja
51. Soto Tangkar Anek Sari H Diding
52. Soto Ceker dan Ranjau Pak Gendut
53. Soto Kdus Pak Minto
54. Tahu Slawi & Tempe Mendoan Jl Barito
55. Tahu Super Pong Lym
56. Tongseng Jati Negara W Sederhana
57. Tongseng & Sate Sederhana Pak Budi, dll

Setelah Jakarta, kota berikutnya yang akan disinggahi FJB 2010 adalah Surabaya. Di kota Pahlawan ini FJB akan dihelat di Lapangan Makodam Brawijaya, pada Sabtu, 31 Juli 2010. Sedangkan untuk Bandung diagendakan pada bulan September 2010. So, selamat menikmati kuliner nusantara bersama Bango. (arohman)

Tutut yang Bikin Ketagihan Nyedot

21 June 2010


TUTUT atau kerecoh termasuk jenis menu berbahan keong atau siput air tawar atau kul sawah. Disajikan dalam bentuk masak berkuah santan, dengan cara makan yang unik, yaitu langsung disedot dari cangkang-cangkang kecilnya guna mengeluarkan isinya yang lunak dan gurih. Bila tak mau juga keluar, bisa menggunakan bantuan tusuk gigi untuk mengungkitnya, sehingga dengan mudah dapat menyantapnya.

Ketika acara santap malam Bangomania Surabaya (20/6) di Bumbu Desa, rupanya Tutut ini menjadi pilihan menu yang cukup difavoritkan. Berawal dari sekadar memperbincangkan nama Tutut yang kedengarannya ‘lucu’, karena di Surabaya menu ini lebih dikenal dengan kerecoh, ada juga yang menyebutnya kul nenek (daerah Gresik utara). Bahkan, karena begitu serunya memperbincankan makanan asal Sunda ini, sampai-sampai harus nambah hingga 4 porsi untuk disantap ramai-ramai. Tentu dengan menu-menu pendamping lainnya yang tak kalah enaknya. Karena malam itu, hampir setiap orang memiliki pilihan menu sendiri-sendiri seperti karedok, nasi bakar, dan lain-lain.

Ya, sensasi terdahsayat menikmati Tutut adalah dengan menyedotnya. Selain cara ini digunakan untuk menarik keluar isi kerecoh, juga menyerap keluar bumbu-bumbu kuah santan segarnya yang sudah merasuk ke dalamnya. Sehingga ketika upaya menyedot ini tak membuahkan hasil, penikmat masih akan mendapatkan gurihnya rasa kuah yang berbahan bumbu seperti bumbu-bumbu masak kepiting tradisional.

Di daerah persawahan, Tutut biasanya hidup di pemukaan lumpur sawah yang berair tidak terlalu dalam. Binatang mungil ini lebih suka bergerombol pada dahan tumbuhan yang jatuh di atas air, terutama dahan dan batang-batang pisang.

Tutut yang sudah diambil dari sawah, kemudian akan dicuci untuk menghilangkan kotoran yang biasanya menempel di bagian cangkangnya. Untuk hasil bersih maksimal dalam menghilangkan lumpur yang terbawa, diperlukan waktu merendam sekitar satu malam. Setelah itu, Tutut akan direbus hingga masak, lalu ditiriskan dan dicuci sekali lagi sebelum diolah, baik menjadi Tutut kuah maupun sate kul, keripik, dan lain-lain.

Kul atau tutut menyimpan banyak kandungan gizi yang tinggi. Menurut Positive Deviance Resource Centre, tutut kaya akan kandungan protein 12 % dan kalsium 217 mg serta rendah kolesterol. Dalam 100 gram keong terkandung air sekitar 81 gram air dan sisanya mengandung energi, protein, kolesterol, karbohidrat, kalsium dan posfor. Jadi, di samping enak dikonsumsi juga sangat baik bagi kesehatan badan.




Selain ngobrol santai sambil makan-makan, malam itu menu yang cukup menyita perhatian kawan-kawan Bangomania adalah karedok. Dalam karedok yang berbahan sayur-sayuran mentah dengan bumbu kacang seperti gado-gado, diyakini berkhasiat bagi tubuh. Bahannya antara lain ketimun, tauge, kol, kacang panjang, daun kemangi, terong sayur yang kesemuanya diiris tipis dan kecil. Dalam penyajiannya, semua irisan ini ditaruh di atas piring kemudian disiram dengan bumbu kacang. (arohman)

Nasi Gurih Bakar Bandeng Kapasari

16 June 2010


Sekali waktu Anda bisa meluangkan waktu jalan-jalan ke Republic Food Court di Golden City Mall Surabaya. Di areal lantai 2 dalam mall yang berada di Jl. Abd Wahab Siamen 2-8 itu terdapat aneka menu istimewa yang layak dicoba untuk memanjakan selera kuliner Anda dan keluarga. Salah satunya adalah Waroeng Bandeng Kapasari Cak Teguh.

Untuk menemukan kedai ini tidaklah sulit, karena letakknya gampang diingat, yaitu di deretan paling pojok barat-utara areal food court. Di standnya ini, Cak Teguh biasanya menyediakan aneka menu berbahan dasar bandeng yang rasanya istimewa semua.

Ketika sempat bertandang ke sana, saya mencoba menikmati nasi gurih bakar isi bandeng. Menu ini dikemas sangat elok, yaitu nasi kuning dibungkus daun pisang kemudian sebelum disajikan dibakar terlebih dahulu. Setelah daun pisangnya gosong kekuningan kemudian disobek atau dipotong dan siap disantap.

Dalam nasi kuning tersebut, ketika dibuka di dalamnya terdapat abon bandeng yang rasanya manis-gurih. Sebagai pendampingnya disertakan juga sepotong tempe dan tahu goreng, telur asin, juga tak lupa seiris bandeng goreng tanpa duri. Bandeng gorengnya sangat lezat karena pengunjung tak perlu takut akan duri bandeng yang biasanya menjadi momok, terutama bagi anak-anak, karena semua produk bandeng di kedai Bandeng Kapasari semua sudah bebas duri. Apalagi bandengnya digoreng menggunakan sedikit kremesan dari bahan terigu, sehingga rasanya makin mantap. Pelengkapnya sambal istimewa yang disajikan dalam tempat terpisah.

Tersedia pula nasi gurih bakar biasa yang disajikan dengan semangkuk sayur asem yang segar. Keistimewaan sayur asem di depon Cak Teguh ini, kuahnya dicampur menggunakan kaldu bandeng sehingga asem-gurihnya berasa lain dari sayur asem kebanyakan.

Sebagai pemupus rasa haus, tersedia aneka minuman, baik teh, kopi, maupun jeruk, dan yang lainnya semua tersedia dengan harga sangat terngkau. Atau barangkali Anda mau membawa pulang menu-menu pilihan dari Waroeng Bandeng Kapasari, tinggal pesan saja, karena disediakan juga kemasan yang cantik menarik, sehingga dijamin pasti tak mengecewakan orang rumah.

Ya, itu sepenggal cerita kuliner ketika mampir ke Waroeng Bandeng Kapasari Cak Teguh di Golden City Mall. Masih ada menu lain yang akan saya share juga kepada Anda. Tunggu tulisan jalan-jalan kuliner saya berikutnya.
(arohman)