Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

Archives

FJB Surabaya Sajikan 52 Jajanan Pilihan Ibu Nusantara

29 July 2010

Pecinta kuliner Surabaya tahun ini kembali bisa menemukan aneka jajanan favoritnya di Festival Jajanan Bango (FJB) 2010, yang digelar di Lapangan Brawijaya, Jalan Hayam Wuruk Surabaya, 31 Juli, mulai pukul 10 pagi hingga 10 malam.

Dalam gelaran yang ke-5 kalinya ini, Surabaya merupakan kota kedua setelah Jakarta, dan nantinya akan disusul di kota Bandung usal Lebaran. Ini merupakan wujud nyata kecap Bango dalam melestarikan warisan kuliner nusantara.

FJB tahun ini mengetengahkan tema ”Festival Jajanan Bango – Pilihan Ibu Nusantara” akan menghadirkan kelezatan jajanan pilihan keluarga Surabaya. Dalam udangan yang disampaikan ke redaksi Surabaya View, menurut Nurulita Novi Arlaida, Media Relation Manager PT Unilever Indonesia Tbk, bahwa ada sesuatu yang berbeda dengan FJB tahun ini, dimana Bango mempersembahkan sebuah konsep yang unik, yaitu ”Festival Jajanan Bango – Pilihan Ibu Nusantara” sebagai bentuk apresiasi Bango terhadap para ibu sebagai pengharmonis keluarga sekaligus agen pewaris tradisi kuliner warisan nusantara, dimana Bango telah mengundang para ibu di wilayah Surabaya dan sekitarnya untuk berpartisipasi dalam menyuarakan jajanan favorit keluarganya untuk dihadirkan di FJB tahun ini.

”Tanggal 19-20 dan 26-27 Juni 2010 lalu, proses pengumpulan suara telah dilakukan melalui berbagai saluran, antara lain melalui aktivitas di hypermarket terkemuka di Surabaya, fanpage Festival Jajanan Bango di Facebook, dan lain-lain. Dari proses yang melibatkan ribuan ibu tersebut, terpilih 5 jajanan favorit pilihan ibu dan keluarga Surabaya yang akan diumumkan melalui konsep yang unik saat pembukaan acara. Kelima jajanan tersebut dipastikan akan hadir bersama jajanan pilihan lainnya,” terang Novi dalam undangannya.

Setidaknya ada 50 penjaja makanan enak dari berbagai jenis, yang terdiri atas 7 Duta Bango, yang meliputi:
1. Pedesan Entog Bang Combat Indramayu
2. Mie Titi RM Pelangi Jakarta
3. Mie Sate Mamang Ayep Medan
4. Mi Koclok Mas Edi Cirebon
5. Timlo Sastro Solo
6. Soto Tangkar Aneka Sari H Diding Jakarta
7. Soto Bandung Ojolali.


Selain itu ada 45 penjaja kuliner pendukung yang dijamin sudah sangat terkenal di seluruh penjuru Surabaya, yaitu:
8. Ayam Penyet Sambal Mantep Spesial Penyetan
9. Aneka Penyet & Belut Crispi ‘Zakie’
10. Bakso Perdana Cak Gondrong
11. Bakso Goyang Lidah
12. batagor & Siomay Ngagel
13. Bebek Goreng Cak Yudi
14. Ceker Ayam Spesial Warung Mbak Nik
15. Gado-gado Arjuno P Satumin
16. Gudeg RM Adem Ayem
17. Gulai Kambing Blauran
18. Ikan Bakar Bungur
19. Ikan Bakar Madura Ole Olang
20. Kiki Sapi Pak Said
21. Kupang Lontong Suko
22. Lontong Balap Pak Gendut
23. Lontong Balap Rajawali
24. Patin Bakar Warung Delta
25. Nasi Bok Khas Malang Depot Madusari
26. Bandeng Waroeng Kapasari Surabaya
27. Nasi Goreng & Krengsengan Cak Sholeh
28. Nasih Kambing Bu Rini
29. Nasi Goreng Jawa Cak Pi’i
30. Nasi Krawu Alun Alun SDA
31. Nasih Punel Khas Bangli
32. Nasi Uduk Monalisa
33. Pecel Optik Melawai
34. Pondok Rawon Diana
35. Rawon Setan Bu Sup
36. Rujak Cingur Sedati Bu Nur Aini
37. Rujak Soto Banyuwangi Jl Ngagel
38. Sambel Ikan Wader Warung Wader Dua
39. Sete Irma
40. Sate Klopo Bu Tiara
41. Semanggi Kartika
42. Sop Kaki Kaki Kambing dan Sapi Bang Oya
43. Soto Ayam Pak Djayus
44. Soto Ayam Pemekasan Reng Oneng
45. Soto Madura Wawan
46. Soto dan Sate Banjar Saudara
47. Tahu Tek Pak Ali
48. Tahu Telur Legendaris Cak Kahar
49. Tongseng Warung Pojok Kampung
50. Tongseng Bogo Pak Sarmin
51. Es Dawet Blauran
52. Es Puter La Stezia, dan masih banyak jajanan favorit keluarga lainnya.


So, bagi Anda yang ingin hadir menikmati kelezatan dan keunikan kuliner Surabaya dan para duta Bango, bisa hadir ke Lapangan Brawijaya pada akhir pekan nanti. Pada acara pembukaan akan dipandu oleh brand ambassador Bango Surya Saputra, dan secara resmi akan dibuka oleh nyonya rumah kota Surabaya, yaitu Ibu Dra Wiwiek Widayati, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kota Surabaya.
Gelaran FJB ini juga akan dimeriahkan oleh aksi panggung musik ”Harmoni Ibu Nusantara”oleh Viky Sianipar. Tak lupa Kampung Bango kembali dihadirkan dengan tampilan yang berbeda. (arohman)

Makan dengan Lonte di Warung Cak Mis

Mungkin Anda yang belum pernah mampir ke warung Cak Mis di Jl. Bintoro 3 Surabaya (belakang Bank Niaga Syariah), akan terheran-heran menyaksikan kekonyolan seperti yang tertulis dalam judul tulisan ini. Namun, begitu mengetahui maksudnya, pasti akan menyunggingkan senyum sebelum kemudian penasaran untuk mencoba menunya. Lho, kok yang dibicarakan masalah menu? Ya. Memang ini tengah membahas menu-menu aneh yang tersedia di meja dagangan warung Cak Mis.

Menempati sebuah gerobak sederhana ukuran 1 x 2 meter ditambah 1 meja ukuran sama dan kursi bakso aneka warna, setiap sore Cak Mis memanjakan pelanggannya dengan lonte-lonte hangat dan mbok nom yang segar. Mulai membuka jualannya hingga tak sampai terlalu malam, semua jenis makanan dan minuman yang dihidangkan sudah ludes dinikmati pengunjung. Bahkan setiap sore pelanggan itu pun memilih duduk santai di ’stadion’ bila tidak kebagian tempat duduk.

Lonte bagi pelanggan Cak Mis tak lain adalah jajanan lentho, yaitu gorengan berbahan singkong yang dicampur kacang-kacangan. Sedangkan mbok nom merupakan minuman berbahan daun asam muda atau lebih akrab disebut sinom. Kemudian stadion merupakan nama lain trotoar yang digelari tikar di sekitaran tenda gerobak Cak Mis, karena semua kursi selalu penuh diduduki pembeli yang datang duluan.

Keunikan menu lainnya dari warung Cak Mis terbilang sangat banyak dan semuanya merupakan jelmaan jajanan yang populer yang diubah nama. Untuk menu makanan beratnya tersedia sembako tiga golongan (jenis). Sembako ala Cak Mis adalah nasi bungkus daun pisang dengan tiga pilihan lauk, antara lain nasi lauk bali telur, bali daging, dan keringan. Nah, sebagai tempat cuci tangan disediakan kolam renang alias air dalam mangkuk plastik atau bahasa suroboyoannya ’kobokan’.

Kebanyakan orang atau pelanggan yang datang ke sana selalu rindu untuk balik. Selain tempatnya strategis tak jauh dari Taman Bungkul atau Raya Darmo, juga harga yang dipatok untuk setiap menunya terjangkau oleh kantong siapa saja. Apalagi gaya Cak Mis yang suroboyoan dalam melayani pelanggannya yang terdengar sarkasme itu, justru dirindukan untuk sekadar refreshing dan tertawa bersama di sana.

Kadang pengunjung yang mampir ke Cak Mis memang benar-benar ingin menghilangkan stresnya dengan berkelakar sambil cankrukan di sana. Suara parau Cak Mis yang menyebut satu per satu menunya serta harga jajanan yang telah dimakan penikmatnya, tak ubahnya kalkulator suara pembangkit tawa.

Yang nongkrong warung Cak Mis, setiap harianya juga bervariasi. Dari mereka yang bermobil sampai pengguna roda dua. Wartawan, marketing, bahkan para manager kerap meluangkan waktunya untuk mampir dan menikmati sajian aneka menu bernama aneh di warung Cak Mis. Alhasil, warung Cak Mis pun sangat melegenda bagi para penikmat kuliner Surabaya. Penasaran....? Mampir saja.

Nah, untuk Anda yang penasaran dengan menu apa saja yang ada dan tersedia di warung Cak Mis, berikut daftar lengkapnya:

krisdayanti = sate usus ayam goreng
usus mbulet = sate usus ayam godok
udang dibalik batu = sate udang goreng tepung
kepala pusing = gorengan kepala ayam
kulit badak = sate cecek/kulit sapi
larangane Gusdur = dideh (darah beku goreng)
sembako = nasi bungkus
aspal = sambal, bumbu lumpiah
bantal = lumpiah
guling = rissoles
suket = daun bawang untuk lompiah
seafood = sate kerang
cucak rowo = sate telur puyuh
mbok nom = es sinom
stw = es teh wae
zaitun + wedang jahe
susu janda = susu + jahe + telur + madu
telur sma = telur setengah mateng
susu remaja = susu + suplemen + madu + jahe
pakan doro = dadar jagung
panganan kere = gorengan
cecek elek = sate kulit sapi
udang di balik batu = sate udang
landak = sate kulit ayam
ati celeng = sate hati
lumpur lapindo = kue lumpur
pizza hot = roggut
spring bed = martabak
dankin bintoro = kue donat
kuping ndablek = kikil

(arohmanmail@yahoo.com)

Lontong Balap, Kuliner Surabaya Punya Cerita

09 July 2010


Hadirnya kuliner di suatu daerah, tak lepas dari cerita rakyat atau yang disebut juga dengan legenda maupun mitos-mitos tertentu. Surabaya yang telah lama dikenal memiliki banyak kuliner unik, yang salah satunya adalah lontong balap, pun tak lepas dari mitos-mitos berbumbu legenda tersebut.

Sekilas mungkin orang manca Surabaya sudah dapat menebak, kenapa sih kok dinamakan lontong balap? Pasti karena ada yang berkaitan dengan balapan (adu kecepatan). Lha, apa mungkin sebuah lontong bisa adu kecapatan. Tentu bukan lontongnya yang saling unjuk kebolehan, melainkan si worker-nya, atau si penjualnya yang ‘balapan’, sehingga kemudian muncul istilah lontong balap ini.

Memang, awalnya lontong balap dijajakan oleh para penjualnya dengan memikul dagangannya. Dua sisi pikulan kanan-kiri,satu berisi kemaron yang memuat kuah, sisi lainnya sebagai tempat kebutuhan lainnya misalnya lontong, tauge, dll. Mengapa kok harus balapan? Sebenarnya bukan balapan, tapi memang langkah para penjual ini tergolong cepat. Bisa jadi agar mereka segera cepat sampai yang mau dituju, mengingat pikulan yang disandang tidaklah ringan, sehingga semakin cepat sampai maka akan mengurangi bebannya pula.

Namanya juga lontong balap, tentu tampilan menu ini identik dengan lontong. Dalam suguhannya, lontong balap dihidangkan dalam sebuah mangkuk atau piring, irisan lontong diletakkan di atasnya, ditambah tauge, irisan lentho, tahu goreng kering, disiram kuahnya, ditaburi bawang goreng, ditambah lagi kecap manis bagi yang suka plus sedikit sambal petis hitam, dan siap dihidangkan deh. Semakin pas dengan beberapa tusuk sate kerang sebagai pendamping menyantapnya. Makanya, ketika di luar kota ada penggemarnya mendapati sajian lontong balap hanya berisi dua potong irisan lontong dia langsung berkelakar dengan mengatakan, ”wah, kalo ini sih namanya tauge balap, karena banyakan taugenya daripada lontongnya. Masak sih lontongnya cuma dua iris.”

Cita Rasa dan Khasiat

Bicara tentang cita rasanya, lontong balap termasuk menu yang tidak terlalu berat. Artinya hidangan ini benar-benar cocok sebagai jajanan seperti halnya bakso, bukan hidanga rumahan sehari-hari. Kuahnya juga termasuk sederhana namun bercitarasa sedap penuh gizi, karena dihasilkan dari kaldu daging. Sumber vitamin lainnya juga bisa didapat dari lontong balap bersumber dari tauge rebusnya. Karena tauge sendiri merupakan sumber vitamin C yang cukup bagus, yakni mengandung 15 mg per 100 gramnya. Tauge juga kaya vitamin E (alfa-tokoferol) sehingga diyakini mampu meningkatkan kesuburan. Selain itu, tauge pun memiliki kandungan zat anti kembung sehingga baik untuk penceranaan.

Selain tauge, dalam menu lontong balap terdapat juga kandungan gizi lain yang bersumber dari petis hitamnya. Sebagaimana telah banyak diketahui bahwa petis memiliki kandungan protein petis cukup tinggi (15-20 g/100 g), sekaligus sebagai pembangkit cita rasa. Pada petis terkandung juga kalsium, fosfor, dan zat besi, masing-masing sebanyak 37, 36, dan 3 mg per 100 g.

Nah, tak salah bila banyak orang menyukai lontong balap ini. Selain cira rasanya sedap dan unik, kandungan vitamin dan gizinya pun cukup untuk menunjang kesehatan. Maka tepat sekali bila tahun ini salah satu produk kecap mengusungnya sebagai salah satu ikon jajanan untuk event kulinernya. So, lontong balap memang punya cerita tersendiri dalam bagiannya sebagai kuliner khas Surabaya. Terbukti dalam salah satu syair lagu lawas pop jawa yang dibawakan oleh Mus Mulyadi, ada yang menyitir makanan khas Surabaya ini dalam lagu ”Semanggi Suroboyo.... Lontong Balap Wonokromo....” Kini, tinggal bagaimana kita semua kian mempopulerkan menu spesial khas Surabaya ini kepada masyarakat luar Surabaya bahkan dunia. (arohmanmail@yahoo.com)

Berburu Kuliner Unik Nusantara di FJB 2010, Jakarta

08 July 2010


FJB Jakarta 2010 (3-4 Juli 2010) memberikan pengalaman baru dalam menyantap kuliner khas nusantara bagi pengunjungnya. Setidaknya itu yang tecermin dari para ibu Jakarta yang semenjak pagi hingga petang berbondong-bondong hadir menyambangi tenda-tenda kuliner bersama keluarganya masing-masing, sebagaimana tema FJB kali ini yang mengetengahkan tema ”Pilihan Ibu Nusantara”.

Setidaknya ada 57 peserta Festival Jajanan Bango ini yang memenuhi arena Plaza Selatan Gelora Bung Karno, Senayan dari berbagai penjuru Jabodetabek, serta Duta Bango yang didatangkan khusus dari daerah. Meskipun beberapa kuliner langganan FJB tahun sebelumnya tak hadir, namun tetap saja menyimpan keistimewaan tersendiri. Apalagi 8 Duta Bango yang dihadirkan cukup spesial.

Terbukti, tenda Lontong Balap Pak Gendut asal Surabaya paling cepat ludes diserbu pembeli. Sampai-sampai tanpa lontong pun orang masih menyerbu, sehingga sempat terceletuk ucapan ”Wah, kalo gak ada lontongnya, ini sih namanya tauge balap.” karena isinya cuma berisi taoge, irisan tahu, dan kuah. Demikian pula Pedesan Entog Bang Combat asal Indramayu, yang workernya harus memasak ekstra demi memberikan memuaskan pelanggan atau sekadar menghapus penasaran citarasa menu ala gule itik ini.

Ya, pedesan entog Bang Combat memang dahsyat. Selain rasa pedasnya luar biasa, daging itiknya pun empuk dan tidak bau amis. Istimewanya lagi, pedas yang dihasilkan tak lama membakar bibir dan lidah, namun mampu menghangatkan badan sepanjang hari. Sebab, bumbu yang digunakan bukan menggunakan cabe semata melainkan lebih banyak menggunakan merica dan pala, serta rempah lainnya sehingga mampu menghangatkan tubuh. Apalagi pada hari pertama, menjelang petang, sekitaran Senayan diguyur hujan agak lebat dan lama, sehingga sangat pas menyantap pedesan entog yang panas mengepul didampingi sepiring nasi putih dan teh hangat.

Sekilas cita rasa pedesan entog sangat mirip dengan gule yang didominasi kuah santan pekat berwarna merah kecoklatan. Aroma yang mengemuka lebih muncul racikan rempahnya. Tak keliru bila ada yang mengatakan bahwa pedesan entog cocok sekali bagi mereka yang menderita flu. Sebab, usai menyanpat menu khas Indramayu ini dijamin langsong blong....

Pilihan Ibu Nusantara



Tahun ini, Bango mempersembahkan konsep yang unik, yaitu ”Festival Jajanan Bango – Pilihan ibu Nusantara” sebagai bentuk apresiasi Bango terhadap para ibu sebagai pengharmonisasi keluarga sekaligus agen pewaris tradisi kuliner warisan nusantara. Hal ini serupa dengan karakter yang dimiliki oleh Bango, yang menyatukan bahan alami pilihan untuk menghasilkan kecap berkualitas yang digemari semua anggota keluarga. Selain itu, Bango juga selalu konsisten mengajak masyarakat untuk mencintai kuliner tradisional Indonesia.

Hadrianus Setiawan, Foods Director PT Unilever Indonesia, Tbk dalam sambutannya mengungkapkan, Bango mempersembahkan FJB tahun ini untuk para ibu. Karena selama ini ibulah yang mampu menyatukan perbedaan di setiap anggota keluarga termasuk berbedaan selera makan melalui jajanan tradisional favorit keluarga. Selain itu, ibu juga berperan aktif dalam mewariskan tradisi kuliner warisan nusantara di dalam keluarganya dengan resep masakan tradisional.”

Ditambahkan oleh Senior Brand Manager Bango, Memoria Dwi Prasita, ”Sebagai bentuk apresiasi, Bango telah mengundang para ibu di wilayah Jakarta dan sekitarnya untuk berpartisipasi dalam menyuarakan jajanan favorit keluarganya untuk dihadirkan di Festival Jajanan Bango – Pilihan Ibu Nusantara ini melalui medium yang unik, yaitu piring, sebagai ikon kuliner yang paling umum dikenal masyarakat. Dengan demikian, ibu memagang peranan sentral dalam penyelenggaraan FJB kali ini.

”Untuk Jakarta, terpilih 5 jajanan terfavorit pilihan ibu dan keluarga Jakarta, yaitu sate ayam, nasi goreng, bakso, ikan bakar, dan ayam bakar. Kelimanya akan dihadirkan di FJB bersama dengan jajanan pilihan lainnya, yang secara total mencapai 100 jajanan pilihan ibu dan keluarga yang akan diwakilkan oleh para legenda kuliner pilihan Bango,” tambah Memoria.

Selain disuguhi aneka jajanan tradisional yang unik dan bercita rasa istimewa, pengunjung FJB juga dihibur oleh aneka hiburan dan game-game berhadiah. Dan tak ketinggalan juga pengunjung dapat menyaksikan secara langsung proses pembuatan kecap yang didemokan di Kampung Bango.

Ajang FJB tahun ini juga menjadi sarana jumpa darat warga milis Bangomania. Mereka berkumpul di tenda Bangomania untuk bersilaturakhim sembari menyantap aneka jajanan kuliner nusantara sekaligus saling tukar informasi mengenai keistimewaan kuliner pilihan masing-masing(arohmanmail@yahoo.com)