Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

Archives

Soto Bebek bikin Gelegek

25 October 2010

Soto bebek? Memang ada? Pasti ada. Ya. Di tengah teriknya kota Surabaya yang tak tertahankan, cuaca tiba-tiba saja redup. Semilir angin mengantarkan kesegaran suasana untuk memberi nuansa tersendiri dalam menikmati santap siang hari ini.

Di sekitaran kawasan Indrapura, tak jauh dari kompleks gedung DPRD Jawa Timur, di sana terdapat sebuah pujasera baru yang menawarkan aneka kuliner pemuas selara. Lebih dari 30 stand berderet berhadapan dengan puluhan pilihan menu andalan. Salah satunya adalah Nasi Lontong Soto Bebek ”Kwek”.

Bagi Anda pecinta kuliner pasti tak akan segan untuk mencobanya. Rasanya juga cukup sedap untuk dijadikan santapan segala suasana, khususnya sebagai panghangat ketika cuaca tengah redup.

Bentuk kuah dan rasanya sama dengan soto ayam. Hanya saja, kaldunya lebih kuat, sehingga tampak lebih pekat. Irisan daun seladri dan bawang daun makin memperkuat aroma akan soto bebek ini.

Bebek yang digunkan sebagai isi soto merupakan bebek itik, sehingga keempukan dagingnya bisa dijamin lumer di mulut. Meski pun dagingnya melekat pada tulang-tulang tertentu, tetapi semuanya mudah copot sehingga sangat nyaman saat mengonsumsinya.

Dalam menghidangkannya, soto bebek disajikan terpisah dengan lontong ataupun nasi pesanan kita. Seporsi soto bebek dimasukkan dalam sebuah mangkuk. Kemudian nasi atau lontong yang sudah diiris diletakkan pada piring terpisah. Di sana sudah ada kerupuk udangnya dalam satu paket. Sebagai penambah selera, disertakan irisan jeruk nipis dalam tempat kecil tepisah dan potongang cabe rawit. Tak lupa juga kecap manis dan asing untuk menghalau amis daging bebeknya.

Untuk Anda yang gemar pedas bisa langsung memasukkan irisan jabe ke dalam kuah kemudiah mengaduknya sebelum menyantapnya. Namun yang kurang gemar pedas bisa menanggalkan si penambah selera ini, sehingga rasany tetap original.

Satu poresi soto bebek ini dibandrol Rp. 10.000,- harga yang relatif murah untuk sebuah menu makan siang yang istimewa. Sebagai pendampingnya tersedia aneka minuman. Kebetulan menu soto bebek ini cocok disandingkan dengan segelas es jeruk manis yang dihargai Rp. 5000 per gelas. Murah dan nikmat bukan...? So, soto bebek ini pasti bisa Anda gelegek atau sendawa kekenyangan. (arohman)

Menikmati Tahu Lontong, Tahu Tek ala Jombang

15 October 2010


Kalo di Surabaya ada Tahu Tek, maka di Jombang ada Tahu Lontong. Apa hubungannya? Tentu ada. Karena sekilas performanya mirip sekali, baik bumbu, bahan tambahan, dan penyajiannya. Yang membedakan hanya pada tahu gorengnya yang diiris kecil-kecil bentuk dadu.

Ketika ada yang menawariku tahu lontong sebagai menu santap malam, aku menanggapinya biasa saja. Tapi begitu disodori sepiring lontong bumbu sambal petis encer dengan irisan tahu kecil-kecil, aku baru ‘ngeh’ kalau itu yang dinamakan Tahu Lontong.

Bila Tahu Tek tahunya dipotongi menggunakan gunting dengan sangat atraktif, maka Tahu Lontong ini keatraktifannya terletak pada pengulekan bumbunya. Sebab, Pak Ndut yang terkenal sebagai penjual Tahu Lontong enak di Pasar Tunggorono Jombang, amat piawai dalam mengulek bumbu yang berbahan dasar petis, kacang tanah, dan kecap itu dengan layahnya yang berukuran ‘raksasa’.

Mula-mula setiap pengunjung yang datang selalu ditawari, “Mau pakai lontong atau nasi?” karena memang ada dua pilihan yaitu nasi atau lontong. Sementara lauknya ya tahu iris dadu, atau bisa juga ditambahkan telur goreng.

Dalam seporsi Tahu Lontong khas Jombang ini, sajiannya adalah lontong diiris-iris standart, kemudian ditambah irisan tahu dadu yang sudah digoreng tidak terlalu kering, lalu disiramkan bumbu petisnya, plus ditaburi taoge mini, bawang goreng, serta kerupuk. Seporsi hanya Rp. 4000 perak. Murah bukan…?


Soal rasa, persis Tahu Tek Surabaya. Jadi, lidah Surabaya-ku tidak begitu kaget dengan cita aromanya yang begitu kuat di petisnya. Tak heran bila Pak Gendut yang kutanya tentang apa perbedaan dengan tahu lontong racikannya dengan Tahu Tek Surabaya, dia hanya tersenyum sambil mengangkat bahunya. Hehehe…

So, kalau Anda pingin mampir ke warung PK5 Pak Ndut ini tidak terlalu sukar. Begitu sampai di pertigaan pasar Tunggorono Jombang yang ada traffic light-nya, maka langsung saja masuk ke arah pintu masuk pasar. Tepat di situlah Pak Ndut membuka warung bongkar pasangnya setiap maghrib hingga malam. (arohman)

Es Lodeh, Kuliner Khas Jombang

09 October 2010


Mendengar kata lodeh biasanya bayangan kita tertuju langsung pada sejenis masakan sayur berkuah santan yang berasa gurih dan sedikit pedas. Namun apa jadinya bila ada es lodeh? Bagaimana ya rasanya…?

Es lodeh merupakan salah satu kekayaan kuliner khas Jombang yang berupa minuman. Bentuk dan sajiannya tak ubahnya es campur ataupun es oyen, yang membedakan hanya pada es lodeh ini ada rasa manis dan pedasnya.

Minuman yang menyegarkan ini biasanya disajikan dalam mangkuk yang berisi full buah. Mungkin inilah jenis es yang cukup bergizi, karena terdapat berbagai jenis buah sebagai campuran isinya, antara lain: pepaya, nangka, apukat, garbis, degan, kolang kaling, sawo, juga tomat. Pelengkap isinya juga banyak, seperti: roti tawar, janggelan (cendol hitam), bubur mutiara, ketan hitam. Kesemuanya dijadikan satu lantas disiram dengan susu kental manis. Tak lupa es batu yang sudah diremukkan, tentunya.

Rasanya manis segar. Biasanya di Kedai Es Lodeh Pak Seger, salah satu penjual es lodeh khas Jombang yang ada di Jl. Patimura, depan SMPN 1 Jombang ini dibandrol Rp 3.000 per porsi. Setiap pengunjung yang datang di kedai Pak Seger ini selalu ditanya oleh peramusajinya, ”Mau yang manis atau yang pedas?”

Untuk yang manis rasanya sama dengan es campur atau es teler. Sedangkan untuk yang berasa pedas hanya ditambahkan sedikit sambal. Itu pun tidak menjadikan semua kuah berasa pedas, karena dominasi rasa manisnya tetaplah menonjol, dan pedas-pedas itu hanyalah sensasi di lidah saja.

Nah, untuk Anda yang ingin menikmati minuman lainnya yang tak kalah nikmat, bisa memesan jus nangka, rasanya juga sangat mantap. Segar dan harumnya cocok dinikmati saat cuaca terik. Tak heran bila depot Pak Seger ini selalu dipadati pembeli. Di sana juga tersedia menu-menu lain pengganjal perut seperti siomai, gado-gado, dan menu-menu reguler lainnya.

Selain di Jalan Patimura, Es Lodeh juga bisa dijumpai di kawasan Jombang lainnya, seperti di alun-alun Jombang. Di depan masjid jami’ kota Jombang itu, terdapat beberapa rombong-rombong (gerobak) yang menyediakan sajian es lodeh dan kawan-kawan. So, serasa belum lengkap mampir ke kota Jombang, sebelum menikmati kesegaran es lodehnya. (arohman)