Pecinta kuliner Surabaya tahun ini kembali bisa menemukan aneka jajanan favoritnya di Festival Jajanan Bango (FJB) 2010, yang digelar di Lapangan Brawijaya, Jalan Hayam Wuruk Surabaya, 31 Juli, mulai pukul 10 pagi hingga 10 malam.

Dalam gelaran yang ke-5 kalinya ini, Surabaya merupakan kota kedua setelah Jakarta, dan nantinya akan disusul di kota Bandung usal Lebaran. Ini merupakan wujud nyata kecap Bango dalam melestarikan warisan kuliner nusantara.

FJB tahun ini mengetengahkan tema ”Festival Jajanan Bango – Pilihan Ibu Nusantara” akan menghadirkan kelezatan jajanan pilihan keluarga Surabaya. Dalam udangan yang disampaikan ke redaksi Surabaya View, menurut Nurulita Novi Arlaida, Media Relation Manager PT Unilever Indonesia Tbk, bahwa ada sesuatu yang berbeda dengan FJB tahun ini, dimana Bango mempersembahkan sebuah konsep yang unik, yaitu ”Festival Jajanan Bango – Pilihan Ibu Nusantara” sebagai bentuk apresiasi Bango terhadap para ibu sebagai pengharmonis keluarga sekaligus agen pewaris tradisi kuliner warisan nusantara, dimana Bango telah mengundang para ibu di wilayah Surabaya dan sekitarnya untuk berpartisipasi dalam menyuarakan jajanan favorit keluarganya untuk dihadirkan di FJB tahun ini.

”Tanggal 19-20 dan 26-27 Juni 2010 lalu, proses pengumpulan suara telah dilakukan melalui berbagai saluran, antara lain melalui aktivitas di hypermarket terkemuka di Surabaya, fanpage Festival Jajanan Bango di Facebook, dan lain-lain. Dari proses yang melibatkan ribuan ibu tersebut, terpilih 5 jajanan favorit pilihan ibu dan keluarga Surabaya yang akan diumumkan melalui konsep yang unik saat pembukaan acara. Kelima jajanan tersebut dipastikan akan hadir bersama jajanan pilihan lainnya,” terang Novi dalam undangannya.

Setidaknya ada 50 penjaja makanan enak dari berbagai jenis, yang terdiri atas 7 Duta Bango, yang meliputi:
1. Pedesan Entog Bang Combat Indramayu
2. Mie Titi RM Pelangi Jakarta
3. Mie Sate Mamang Ayep Medan
4. Mi Koclok Mas Edi Cirebon
5. Timlo Sastro Solo
6. Soto Tangkar Aneka Sari H Diding Jakarta
7. Soto Bandung Ojolali.


Selain itu ada 45 penjaja kuliner pendukung yang dijamin sudah sangat terkenal di seluruh penjuru Surabaya, yaitu:
8. Ayam Penyet Sambal Mantep Spesial Penyetan
9. Aneka Penyet & Belut Crispi ‘Zakie’
10. Bakso Perdana Cak Gondrong
11. Bakso Goyang Lidah
12. batagor & Siomay Ngagel
13. Bebek Goreng Cak Yudi
14. Ceker Ayam Spesial Warung Mbak Nik
15. Gado-gado Arjuno P Satumin
16. Gudeg RM Adem Ayem
17. Gulai Kambing Blauran
18. Ikan Bakar Bungur
19. Ikan Bakar Madura Ole Olang
20. Kiki Sapi Pak Said
21. Kupang Lontong Suko
22. Lontong Balap Pak Gendut
23. Lontong Balap Rajawali
24. Patin Bakar Warung Delta
25. Nasi Bok Khas Malang Depot Madusari
26. Bandeng Waroeng Kapasari Surabaya
27. Nasi Goreng & Krengsengan Cak Sholeh
28. Nasih Kambing Bu Rini
29. Nasi Goreng Jawa Cak Pi’i
30. Nasi Krawu Alun Alun SDA
31. Nasih Punel Khas Bangli
32. Nasi Uduk Monalisa
33. Pecel Optik Melawai
34. Pondok Rawon Diana
35. Rawon Setan Bu Sup
36. Rujak Cingur Sedati Bu Nur Aini
37. Rujak Soto Banyuwangi Jl Ngagel
38. Sambel Ikan Wader Warung Wader Dua
39. Sete Irma
40. Sate Klopo Bu Tiara
41. Semanggi Kartika
42. Sop Kaki Kaki Kambing dan Sapi Bang Oya
43. Soto Ayam Pak Djayus
44. Soto Ayam Pemekasan Reng Oneng
45. Soto Madura Wawan
46. Soto dan Sate Banjar Saudara
47. Tahu Tek Pak Ali
48. Tahu Telur Legendaris Cak Kahar
49. Tongseng Warung Pojok Kampung
50. Tongseng Bogo Pak Sarmin
51. Es Dawet Blauran
52. Es Puter La Stezia, dan masih banyak jajanan favorit keluarga lainnya.


So, bagi Anda yang ingin hadir menikmati kelezatan dan keunikan kuliner Surabaya dan para duta Bango, bisa hadir ke Lapangan Brawijaya pada akhir pekan nanti. Pada acara pembukaan akan dipandu oleh brand ambassador Bango Surya Saputra, dan secara resmi akan dibuka oleh nyonya rumah kota Surabaya, yaitu Ibu Dra Wiwiek Widayati, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kota Surabaya.
Gelaran FJB ini juga akan dimeriahkan oleh aksi panggung musik ”Harmoni Ibu Nusantara”oleh Viky Sianipar. Tak lupa Kampung Bango kembali dihadirkan dengan tampilan yang berbeda. (arohman)