Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

Archives

MAU tabloid VENUS GRATIS!?

27 February 2008


Ingin tabloid VENUS GRATIS!?
Cukup SMS ke 0811.3409.185

Caranya ketik:
VNP [nama, alamat lengkap, kota, no hp]

SEGERA...!
Persediaan Terbatas!

TAHUN TIKUS TANAH 2008: Kehidupan Lebih Makmur

08 February 2008

Oleh: Drs. Aswin Wibisono
(Pengasuh Rubric Shio dan Fengsui di Tabloid ASIANPLUS)

TAHUN Tikus pada umumnya membawa kemakmuran, kesempatan, dan harapan baik. Tahun ini ditandai spekulasi dan turun-naiknya harga dalam pasaran komoditas dan pasar bursa. Pada umumnya perekonomian dunia akan membaik. Bisnis akan mengalami kemajuan, keuntungan dapat diperoleh. Saat ini adalah kurun yang baik untuk mengumpulkan kekayaan. Saat ini juga baik untuk menyusun rencana penanaman modal jangka panjang karena kemakmuran yang dibawa Tahun Tikus akan merupakan persediaan bagi tahun-tahun berikutnya.
Usaha yang dilakukan tahun ini rata-rata berhasil dengan baik bagi yang mempersiapkannya dengan sungguh-sungguh. Karena itu, diperingatkan bagi yang
suka berspekulasi tanpa perencanaan dan perhitungan karena risikonya terlalu tinggi.



KONDISI ALAM
Secara keseluruhan, tahun ini akan menjadi tahun yang membahagiakan. Jarang terjadi peristiwa menggegerkan dan bencana alam. Itu bila dibandingkan dengan Tahun Macan atau Naga. Namun bila dibandingkan tahun-tahun yang lain, intensitasnya masih tergolong tinggi.
Namun karena tahun ini dikuasai unsur tanah, keadaan menjadi agak berbeda dibandingan Tahun Tikus yang dikuasai unsur kayu, api, apalagi air. Jadinya, siklus yang dikuasai unsur tanah tersebut dapat mengubah iklim menjadi ‘lebih’ dibandingkan tahun silam.
Dampaknya, satu di antaranya, musim kemarau lebih panjang. Dampak lain, aktivitas gunung berapi lebih meningkat, baik di laut maupun daratan, yang berimbas pada gempa bumi. Ancaman lai berupa kebakaran hutan, banyak petir, dan kekeringan di sebagian besar penjuru dunia. Sesekali waktu, hujan deras dan bencana banjir masih menjadi bayang-bayang walau tak sedahsyat tahun silam.


KEADAAN EKONOMI
Seperti dijelaskan di atas, pada umumnya perekonomian dunia akan membaik. Bisnis akan mengalami kemajuan, keuntungan dapat diperoleh. Lebih spesifik, ada beberapa komoditas yang baik, cukup baik, kurang baik, dan tidak baik. Jika dibandingkan, komoditas yang baik jauh lebih banyak dibandingkan yang cukup baik, kurang baik, apalagi yang tidak baik.
Komoditas yang baik, antara lain: kerajinan tangan, kerajinan batu (permata), politik, rumah makan, kafe, tempat hiburan (terutama malam), musik berikut penyanyinya, pengacara, dokter, media massa, apotek, biro jasa, BBM, kaca, listrik, studio TV/radio,
bengkel las, perumahan, pergudangan, bahan bangunan, pengembang, kelontong, hasil bumi, makanan jadi, dan pendidikan.
Komoditas yang cukup baik, antara lain: rumah mode, busana, arsitek, sekretaris, konsultan, reklame, seniman, toko obat, bunga, kertas, foto, mebel.
Komoditas yang kurang baik: pariwisata, travel, hotel, ekspor-impor, salon kecantikan/spa, pelayaran, ekspedisi, transportasi. Komoditas yang tidak baik: otomotif, mesin, alat berat, bank, asuransi, besi, baja.

SUHU POLITIK
Terjadi pergolakan politik secara makro. Gerakan bawah tanah untuk menggulingkan penguasa atau perebutan kekuasaan menimbulkan banyak korban dari kalangan rakyat. HAM hanya mengisi lembar-lembar dokumen, namun selalu terjadi pelanggaran di lapangan.
Walau demikian, pergolakan politik dunia masih terpusat di Timur Tengah. Namun, ada perubahan yang cukup signifikan, yaitu bersatunya dua kubu agama yang selama ini dikenal amat berseberangan: Islam dan Nasrani. Mereka bersama-sama menghadapi kekuatan Yahudi yang mendapat dukungan dari negara adikuasa.
Di permukaan, isu teroris tampaknya menurun, padahal jaringan mereka justru semakin menyebar. Gerakan mereka baru mengagetkan dunia memasuki triwulan akhir 2008. Politik dan pemerintahan tanah air belum bergeser dari tahun-tahun sebelumnya, hanya situasi dan kondisi semakin panas. Para pelaku politik dari parpol semakin tak beretika dalam upaya mempengaruhi opini massa. Tak ada sopan santun politik lagi. Rakyat
sudah benar-benar dianggap sebagai pasar, yang bisa dibeli untuk kepentingan politik.
Korupsi masih terjadi di mana-mana walau semakin banyak yang masuk penjara. Banyak konspirasi terbongkar, yang melibatkan pejabat dan mantan pejabat, bahkan yang bertugas memberantas korupsi itu sendiri.

SOSIAL-BUDAYA
Budaya ketimuran semakin tergerus. Penurunan keimanan dan daya tahan terhadap godaan juga semakin tajam. Tak hanya kalangan awam dan artis/selebritis, bakal banyak
terungkap perselingkuhan di kalangan public figure, termasuk pejabat.
Korban narkoba semakin merata di seluruh strata kemasyarakatan, mulai anak-anak hingga kakek-kakek, mulai preman hingga yang mengaku beragama, mulai rakyat kelas bawah hingga pejabat tingkat tinggi. Demikian pula perkembangan penderita HIV/AIDS.
Meski negara tampak semakin maju, pembangunan fisik seolah tak pernah jeda, namun jumlah kemiskinan semakin bertambah. Mereka hidup merata di kota-kota besar hingga pelosok-pelosok kampung. Peta kemiskinan tak makin berkurang, namun justru menyebar rata.


KIAT SUKSES
1. Bersikap hati-hati dalam mengambil keputusan penting. Terutama dalam berinvestasi dalam jumlah besar, harus ada perencanaan yang matang.
2. Jangan sekali-kali menggunakan/membelanjakan uang panas karena akan menyeret uang yang halal, apalagi untuk investasi.
3. Banyak bersedekah kepada fakir miskin, terutama yatim piatu/jompo.

(***)

PERUNTUNGAN PER SHIO

TIKUS
Kondisi umum: Cukup baik
Peruntungan: Masih ada persoalan tahun sebelumnya yang harus dihadapi. Bulan-bulan pertama menjadi barometer bulan tersisa. Bila pada awal-awal tahun bisa mengatasi persoalan yang ada, maka kebaikan akan mengikutinya. Sebaliknya, bila tak dapat menghadapi persoalan yang ada, sisa waktu akan menjadi beban yang lumayan berat. Namun, pada intinya warga Tikus mempunyai kesempatan besar untuk survive. Bahkan, bila pandai menganalisis kejadian-kejadian yang sedang berjalan, Tikus bisa mendapatkan keberuntungan yang tak terduga.
Keuangan: Banyak harapan yang bisa diraih. Bahkan, dengan tanpa modal pun, pergerakan Tikus bisa menghasilkan keuntungan yang cukup besar. Puncak kejayaan datang mulai bulan keenam. Namun, harapan untuk mendatangkan keuntungan tadi bisa berbalik menjadi kesia-siaan bila sampai lupa diri atau enggan menyisihkan sebagian rezeki kepada siapa pun yang memohon bantuan, terutama kelompok papa.
Kesehatan: Secara keseluruhan, sepanjang tahun tidak ada gangguan yang berarti. Namun, ada yang perlu diwaspadai. Tahun ini Tikus jangan sampai terjebak pada stres. Sebab, bila ini sampai terjadi, dapat muncul penyakit apa saja, terutama pada bagian perut. Bahkan, bisa berlanjut hingga pada tindakan operasi bila sampai terlambat penanganannya. Waspada pada bulan keenam dan kesepuluh.
Asmara: Ada kerawanan pecahnya perang dingin. Dalam situasi demikian, dapat muncul kerawanan lain berupa masuknya pihak ketiga yang memanfaatkannya untuk sekadar mengadu domba sehingga pengkhianatan sangat mungkin terjadi. Bagi yang sudah berkeluarga, hubungan antara suami-istri atau anak dan orangtua agak terganggu oleh jarak tempat dan waktu. Ini bisa berupa perpisahan atau perceraian, namun bisa juga karena tugas belajar/kerja. Maksimalkan komunikasi untuk menjaga kepercayaan dan keharmonisan.
Kendala dan solusi: Terbelenggu persoalan lama. Satu-satunya cara menepis adalah menyelesaikannya hingga tuntas, kemudian menguburnya dalam-dalam. Kendala yang tak kalah berat adalah banyak tekanan pada batin. Sabar dan tawakal menjadi kunci yang
paling jitu. Tingkatkan kewaspadaan bulan kelima dan kesebelas.


KERBAU


Kondisi umum: Baik.
Peruntungan: Gangguan dan persoalan memang tak bisa lepas begitu saja. Namun, pada dasarnya warga Kerbau masuk dalam keutamaan. Ada penolong pada saat-saat rawan. Jadi, kesempatan untuk memajukan usaha/karir terbuka sangat lebar. Menjalin kerja sama dengan banyak pihak akan sangat besar pengaruh positifnya.
Asalkan tidak terjebak keserakahan, semua rencana bisa berjalan sesuai harapan. Sebaliknya, keserakahan bisa menjerumuskan, bahkan bisa berakhir di balik terali besi. Di waktu luang, manfaatkan untuk berkontemplasi, terutama pada bulan keempat. Kabar baik bisa ditunggu pada bulan ketujuh.
Keuangan: Hampir semua yang terencanakan bisa diraih dengan sukses. Jangan lupakan pihak-pihak yang membantu memperlancar usaha, karena mereka dapat diandalkan tak hanya sesaat, melainkan jangka panjang hingga lewat tahun-tahun berikutnya. Memang ada kebutuhan tak terduga yang sempat merepotkan pada pertengahan tahun, namun ini bisa diatasi atau diantisipasi sebelumnya.
Kesehatan: Penyakit dasar warga Kerbau adalah pada jaringan otak. Jangan karena merasa masih muda, lantas menakacuhkan peringatan dokter, terutama yang berhubugan dengan konsumsi makanan/minuman. Pusing-pusing bakal sering diderita, juga kram dan
kesemutan. Bila tak dapat menjaga makanan dan minuman, besar kemungkinan terserang stroke, mulai yang ringan hingga yang berat.
Asmara: Kerbau kelahiran 1973 yang belum memunyai pasangan bakal ketemu bakal jodoh sesuai harapan. Namun, ini bisa tak berlaku bagi yang bersikap kuno dan bergantung kepada orangtua. Kisah kasih Kerbau secara umum berjalan lancar. Di lingkungan keluarga, ada berita perkawinan dan keberhasilan lain yang cukup membahagiakan.
Kendala dan solusi: Mudah terbujuk rayu, terutama yang berhubungan dengan jabatan/kedudukan dan keuangan. Waspadai jebakan, termasuk yang berbau money politics, suap, serta kolusi yang berujung pada korupsi. Untuk menghindarinya, cermati setiap ajakan kerja sama yang menawarkan keuntungan berlebih di luar nalar. Waspadai
bulan kedua, ketujuh, dan kesebelas.

MACAN

Kondisi umum: Kurang baik.
Peruntungan: Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, ada kecenderungan perubahan ke arah positif. Memang tidak serta merta, melainkan bertahap dari posisi yang sangat dasar. Karena itu, untuk meraih keberuntungan, diperlukan kerja keras dan kegigihan. Saat membuat rancangan yang berhubungan dengan bidang perniagaan, sebaiknya pilih waktu yang benar-benar kondusir.
Jangan sampai emosi masuk ke dalamnya sehingga menisbikan potensi pasar yang sesungguhnya. Kurangi campur tangan pihak-pihak yang kurang berkompenten. Sebaiknya kurangi keluar malam bila tidak sangat mendesak.
Keuangan: Di atas kertas, tampaknya tidak ada perubahan signifikan dibandingkan tahun lalu. Namun, kehidupan bukan teori mati matematika, melainkan hitungan terapan yang angka akhirnya dipengaruhi perubahan lingkungan. Jadi, jangan putus asa bila menemui angka-angka yang kurang diharapkan dalam pembuat perencanaan. Tak ada manfaatnya memakai jasa konsultan perencanaan keuangan. Kuncinya hanya ada pada insting dan keberanian berinvestasi.
Kesehatan: Sakit kepala, kaki, perut, dan tulang menjadi penyakit mendasar kaum Macan. Telat makan dan ketidakseimbangan kandungan gizi/mineral dalam berkonsumsi bisa menjadi pemicu penyakit-penyakit tadi menyerang. Namun, khusus warga Macan usia 30-40 tahun berada pada kondisi cukup baik asalkan tidak terkontaminasi barang-barang terlarang (miras dan narkoba). Peringatan untuk yang berusia si atas 45 tahun, serangan darah tinggi dan stroke bisa datang sewaktu-waktu.
Asmara: Beragam isu akan mengiringi perjalanan cinta kaum Macan. Fakta ini sering membuat sulit berpikir jernih dan cermat. Jadi, sebaiknya sering manfaatkan waktu-waktu luang untuk berintrospeksi diri. Sharing dengan teman/saudara yang lebih tua juga bisa memberikan pencerahan. Apalagi, untuk menentukan calon pasangan hidup/meningkatkan status hubungan. Untuk lingkungan berkeluarga, sebaiknya antisipasi adanya anggota yang berniat pergi tanpa pamit.
Kendala dan solusi: Kegelapan menjadi sesuatu yang harus diwaspadai. Sebab, sepanjang tahun ini, ancaman tindak kejahatan terutama terjadi pada malam hari. Jadi, sebaiknya tidak keluar malam bila tidak ada keperluan yang mendesak. Bahkan, pengaruh buruk ini turut mengancam siapa saja yang mendampingi warga Macan. Bersedekah setiap pekan bisa mengurangi kesialan ini, dan lebih baik sasarannya kelompok yatim piatu.

KELINCI

Kondisi umum: Kurang baik.
Peruntungan: Kelangsungan karier dan keutuhan keluarga menjadi taruhan warga Kelinci tahun ini. Sebenarnya sektor keberuntungan lumayan bagus karena muncul banyak tawaran hampir di sepanjang waktu. Namun, tidak semuanya bisa memberikan kebaikan. Sebagian darinya justru merupakan jebakan, yang tanda-tandanya bisa dirasakan secara kasar mata. Kalau tidak hati-hati, karier yang sudah tertata rapi dapat hancur berantakan. Karena itu, pilah dan pilih secara hati-hati peluang yang masuk. Dengan siapa saja, sebaiknya jangan mudah terpancing emosi yang menyebabkan muncul perselisihan dan perseteruan.
Keuangan: Masih bergerak cukup baik, bahkan bisa ditingkatkan untuk meraih dua level lebih tinggi. Tapi perlu diingat, semakin tinggi pohon, semakin kencang angin menerpa. Memisahkan manajemen keuangan pribadi dengan perniagaan/organisasi akan banyak membantu, karena nafsu belanja tahun ini sangat besar, yang bisa menjadi sumber pemborosan. Paling tidak, sisihkan sisa belanja untuk dana tak terduga yang banyak diperlukan untuk akhir tahun.
Kesehatan: Sumber keluhan terbesar warga Kelinci adalah perut, kepala, dan dada. Ironisnya, obat-obatan tak akan banyak membantu. Tahun ini warga Kelinci sebaiknya mengurangi pekerjaan yang menguras pemikiran. Kalaupun harus melakukan itu, imbangi dengan istirahat yang cukup pascapuncak kerja. Menunda pekerjaan sehingga menumpuk akan sangat merugikan karena membebani pikiran secara berlebihan. Sering
refreshing di udara dingin dapat mengurangi tingkat stres.
Asmara: Pejuang cinta akan menemukan pasangan sejatinya, terutama kelahiran 1975 dan sebagian 1987. Sebaliknya, Kalinci-Kelinci lain yang sudah berumah tangga dan nekat menjadi petualang, rawan terjebak perselingkuhan yang berujung pada penderitaan.
Hati-hati dengan semua yang sudah dimiliki, ada yang berusaha merusaknya. Menjaga keutuhan adalah kunci kelanggengan yang tidak bisa digantikan dengan kunci yang lain.
Kendala dan solusi: Banyak tekanan yang datangnya dari arah horizontal maupun vertikal. Namun, yang berbahaya justru dari arah horizontal karena titik bidiknya sulit dideteksi. Sebagian yang lain psosisinya banyak terugikan. Membuka komunikasi dengan berbagai pihak dapat mengurangi, bahkan mengenolkan ancaman ini. Tak usah khawatir, finansial tak banyak dibutuhkan di sini. Yang justru banyak diperlukan adalah ketulusan.

NAGA

Kondisi umum: Baik.
Peruntungan: Alam sedang selaras dengan warga Naga. Jadi, ini saat yang tepat untuk menjalin hubungan dengan siapa pun. Dukungan dari berbagai pihak dapat meringankan tanggung jawab dan pekerjaan yang menjadi beban Naga. Talenta kepemimpinan juga bisa berkembang pesat bila mendapatkan kesempatan.Walau begitu, ada catatan penting yang harus dipatuhi, yaitu jangan sekali-kali menjalani urusan yang sengaja bisa merugikan orang lain. Sebab, ini akan menjadi boomerang yang saat itu juga atau sewaktu-waktu berikutnya akan menyerang balik. Karier akan melejit asalkan setiap pekerjaan dijalani dengan ddikasi yang tinggi.
Keuangan: Materi cukup lancar, jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun lalu. Menanamkan investasi baru di bidang pertukangan dan alat-alat kantor cukup bagus prospektif dalam kurun jangka panjang. Hindari perselisihan dengan pihak-pihak yang berhubungan dalam kerja sama usaha. Sebab, ini dapat mengakibatkan gagalnya peraihan keuntungan bersama. Apalagi, bila shio mereka sedang berkonflik dengan Naga, yaitu
sesama Naga, Kerbau, Kelinci, dan Anjing.
Kesehatan: Kaum Naga memiliki penyakit dasar yang berhubungan dengan internis, terutama paru, jantung, hati, dan ginjal. Penyakit sampingannya berhubungan dengan kulit. Tahun ini, penyakit yang bakal akrab adalah paru dan jantung. Bulan-bulan yang harus, sekali lagi, harus, diwaspadai adalah bulan ketujuh dan kesepuluh. Mengontrol makanan sejak dini akan banyak membantu untuk mencegah datangnya penyakit-penyakit tadi, terutama yang mengandung lemak dan manis. Puasa setidaknya dua kali sepekan cukup membantu.
Asmara: Kebahagiaan sepenuhnya dimiliki asalkan tidak bersikap otoriter. Kalaupun ada bibit-bibit keributan, harus bisa mengalah, bahkan menjadi penengah atau penyelesai masalah. Kabar baik untuk yang belum memiliki pasangan, terutama Naga kelahiran 1976.
Sedangkan yang masih menjalani cinta monyet dan baru masuk wilayah dewasa kelahiran 1988, putus-sambung akan mewarnai perjalanan asmara yang justru akan menjadikan lebih dewasa. Untuk yang sudah berumah tangga, kemesraan lebih terjalin.
Kendala dan solusi: Sakit dan kecelakaan membayang-bayangi warga Naga. Tak ada yang bisa membantu kecuali diri sendiri. Yaitu, dengan melakukan kontrol yang ketat terhadap setiap konsumsi makanan dan selalu berhati-hati dalam setiap menjalankan
aktivitas kerja. Jangan terlalu ngoyo dalam bekerja. Demikian juga dalam berkendara. Bila merasa letih, sebaiknya langsung istirahat. Tingkatkan konsentrasi dan selalu fokus.

ULAR

Kondisi umum: Baik.
Peruntungan: Hawa buruk yang menguasai kaum Ular tahun lalu, pada tahun ini berangsur-angsur menipis. Memang tidak bisa sepenuhnya hilang. Pengaruh tahun lalu masih memberikan bayangan, terutama sampai catur wulan pertama. Karena itu, sebaiknya tetap waspada dan tak gegabah. Lakukan inovasi untuk penetrasi pasar, namun
jangan hanya berdasarkan spekulasi. Dasari langkah-langkah dengan penelitian sehingga
data-datanya akurat. Saat pikiran dikuasai emosi, lebih baik tak mengambil keputusan penting. Ada kehormatan bagi warga Ular, yang bisa berarti keberhasilan di berbagai bidang. Ini tak lepas dari simpati yang ditebarkan Ular.
Keuangan: Sepanjang tahun tak sampai kekurangan, juga tak bisa dikategorikan berlebih. Namun, hampir semua keinginan yang wajar-wajar saja bisa terpenuhi. Yang penting, kaum Ular jangan sampai berlebihan dalam berbelanja. Artinya, nekat membeli barang di luar kemampuan dengan jalan kredit. Dampaknya akan sangat luar biasa karena efek negatifnya bisa tersisa pada tahun depan. Ada rezeki di luar pemasukan reguler, namun tak bisa terlalu diharapkan nilainya.
Kesehatan: Tenggorokan, paru, dan perut menjadi kelemahan kaum Ular. Yang paling rentan tahun ini adalah tenggorokan dan perut. Waspadai virus dan penularan penyakit yang berhubungan dengan tenggorokan dan paru. Penyakit yang ringan seperti radang hingga TBC bisa menyerang, mulai balita hingga manula. Jadi, seua harus berhati-hati. Cacingan juga bisa menjadi ancaman semua lapisan usia Ular. Menambah konsumsi
yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh sangat disarankan, seperti vitamin dan protein.
Asmara: Rasanya masih sulit bagi para jomblo Ular untuk mewujudkan impian mendapat sandingan sejati tahun ini. Namun, masih ada kesempatan bagi duda/janda Ular yang statusnya bukan karena perceraian, namun karena ditinggal mati. Memperbanyak jaringan kominitas mungkin bisa membantu, tapi itu pun tidak bisa langsung dari hati ke hati, melainkan melalui pihak ketiga. Bagi yang sudah berkeluarga, ada kebaikan dan
kehormatan. Ini bisa berupa menempati rumah baru, mobil baru, atau mendapat penghargaan atas prestasi.
Kendala dan solusi: Emosi menguasai setiap kaum Ular hendak menelurkan kebijakan. Ini yang harus dijaga agar jangan sampai terjadi. Pertimbangan irasional juga masih sering menjadi pertimbangan. Memang boleh-boleh saja, asalkan jangan akhirnya menjadi pokok landasan utama. Hindari berkonsultasi kepada yang tidak profesional karena mereka hanya akan menjadi pintu jurang penjerumusan. Utamakan nalar dan
logika!

KUDA

Kondisi umum: Buruk
Peruntungan: Shio yang paling tidak menguntungkan pada tahun Tikus Tanah ini adalah Kuda. Karena itu, warga Kuda harus sangat hati-hati sepanjang tahun ini. Lengah sejenak saja, bisa muncul bencana/kerugian yang cukup berat. Dalam kondisi yang serba tidak kondusif ini, sebaiknya tidak menelurkan kebijakan penting, terutama terkait karier dan keuangan. Lebih baik tiarap dulu, Manuver dalam bentuk apa pun seyogyanya juga tidak usah dilakukan, karena bila meleset akan menjadi senjata makan tuan yang sangat merugikan. Hindari langkah-langkah spekulatif. Pertahankan saja apa yang dipunyai dan benahi ala kadarnya. Sebaiknya jadikan tahun ini sebagai tahun ibadah dan doa.
Keuangan: Hentikan investasi dalam bidang apa pun, nilai berapa pun, kerja sama dengan siapa pun. Jangan harapkan rezeki di luar pemasukan reguler. Sebaliknya, pada bulan-bulan tertentu akan ada pengeluaran tak terduga. Sebagian Kuda, terutama kelahiran di atas 1966, masih ada kesempatan hingga bulan keempat untuk gambling, tapi sangat tidak disarankan untuk Kuda yang lain. Yang bisa dilakukan agar bisa survive hanyalah
mengatur 'manajemen pelit'. Artinya, tidak mengeluarkan uang kalau tidak benar-benar terdesak!
Kesehatan: Paru-paru kurang kuat membawa pengaruh buruk pada bagian tubuh vital yang lain. Efek yang rawan muncul pada tahun ini pengaruh pada buah pinggan dan tulang belakang. Bekerja terlalu keras sangat tidak disarankan, demikian pula pekerjaan yang dapat menimbulkan stres. Pada sebagian warga Kuda, ada ancaman penyakit mata yang tidak bisa dianggap ringan. Begitu muncul gejala, sebaiknya ditanggulangi jangan
sampai berkembang. Kuda juga rawan menularkan kepada orang lain.
Asmara: Gangguan pihak luar akan membawa pengaruh negatif. Apalagi, emosi Kuda sangat tidak stabil. Perselisihan kecil bisa berkembang menjadi pertengkaran dan perpisahan. Di sisi lain, penyesalan turut mengiringi sikap yang diambil secara emosi dan
terburu-buru. Jadi? Mengelola hati harus dilakukan dengan kesabaran ekstra. Silaturahmi ke para pinisepuh untuk menimba kesabaran sangat baik dilakukan, apalagi pada titik-titik stres berada di puncak.
Kendala dan solusi: Alam sedang tidak selaras terhadap warga Kuda. Jadi, apa pun bisa menjadi hal yang merugikan. Pada situasi dan kondisi yang sangat tidak mendukung ini, hanya memperbanyak ibadah dan doa yang baik dilakukan. Meski nilainya kecil, bersedekah kepada kaum yatim/piatu bisa mengurangi kesialan. Juga, berpuasa pada waktu-waktu tertentu.

KAMBING

Kondisi umum: Kurang baik.
Peruntungan: Nasib Kambing tak jauh berbeda dari Kuda, hanya masih memiliki sedikit kebaikan. Penyulut utama ketidakberuntungan Kambing adalah emosi. Bila bisa menguasai diri dan emosinya, warga Kambing akan menemukan kebaikan atas dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Hati-hati dengan masukan berisi hasutan dan adu domba karena bisa menjebloskan ke lubang kenistaan. Olah setiap informasi yang masuk dengan
pertimbangan yang objektif. Jangan terlalu mengharapkan kebaikan datang dari orang lain karena hal itu sangat amat musahil. Hati-hati juga dengan pendidikan yang sedang ditempuh.
Keuangan: Rezeki mengalir cukup baik. Sayang, di tengah perjalanan banyak terhadang kebutuhan di luar perkiraan yang tak bisa dihindari karena terkait hubungan darah. Di bidang bisnia, walau menghadapi persaingan yang sangat berat, masih ada celah yang memungkinkan sebagian Kuda meraih keuntungan. Bahkan, sebagian kecil Kuda yang lain memunyai kesempatan untuk mengembangkan bidang usahanya.
Kesehatan: Hanya penyakit ringan yang menyertai Kambing sepanjang tahun Tikus Api ini. Yang perlu diwaspadai hanya sakit gigi. Meski bukan penyakit berbahaya, gangguan gigi bisa sangat merepotkan. Penyelesaian tuntas sangat disarankan, seperti ditambal permanen atau dicabut bisa kerusakannya sangat parah. Penyakit yang lain muncul di perut. Ini pun bukan yang berat, namun tetap mengganggu aktivitas. Kabar baiknya, penyakit-penyakit tadi bisa ditanggulangi hanya dengan hidup secara teratur dan
sehat.
Asmara: Situasi sedang tidak menentu. Putus-sambung mewarnai hubungan asmara warga Kambing, terutama yang menjalin cinta dengan shio Tikus, Kerbau, dan Anjing.
Ketidakselarasan asmara ini mencapai titik puncak pada bulan kesebelas. Yang menemukan kebaikan akan kembali bersatu, sebaliknya yang tidak menemukan kebaikan akan berpisah. Untuk yang sudah berkeluarga, akan lebih banyak duka disandang ketimbang rasa senang. Gangguan pihak ketiga turut mencemarkan!
Kendala dan solusi: Sedang banyak tekanan, jadi sebaiknya tidak membuat program mercusuar. Kalau ada peluang, bisa saja diterima, tapi harus dikerjakan bekerja sama dengan shio lain, seperti Kelinci, Kuda, dan Babi. Ancaman lain datang berupa fitnah. Ini bisa saja dilawan, namun sebaiknya itu tak dilakukan. Tanggapi saja dengan tenang dan biarkan mengalir sesuai alur. Ibadah, doa, dan sedekah sangat disarankan.

MONYET

Kondisi umum: Baik
Peruntungan: Banyak perbaikan terjadi pada tahun Tikus Api ini. Selain karena tekanan yang semakin surut, banyak bantuan dari lingkungan. Bahkan bagi kaum profesional, ada promosi pada kurun bulan keempat-keenam. Namun, untuk meraihnya tidak bisa dilakukan dengan menunggu. Dibutuhkan perjuangan dengan bekerja optimal dan menampakkan loyalitas. Yang terpenting, jangan terbuai rasa cepat puas karena ini akan menjerumuskan dan menyesatkan. Keputusan penting bisa diambil tahun ini, terutama atas tawaran pindah tugas ke luar kota/negeri. Tahun ini juga waktu yang tepat untuk melatih jiwa kepemimpinan dan belajar lebih mandiri.
Keuangan: Rezeki dan keberuntungan cukup lancar, terutama sampai bulan keenam. Selanjutnya, dibutuhkan negosiasi dan lobi-lobi agar tak terjadi penurunan pendapatan samping. Pada bulan kesepuluh, ada kebutuhan mendesak yang membutuhkan pengeluaran ekstra, namun banyak bantuan yang masuk. Eloknya, dibandingkan pengeluaran, pemasukannya justru lebih banyak. Selisihnya jangan dinikmati sendiri atau untuk keluarga, tapi sebaiknya disedekahkan untuk kaum miskin.
Kesehatan: Tidak ada kelemahan khusus pada kaum Monyet, tapi justru penyakit bisa menyerang bagian tubuh mana saja. Tahun ini, yang perlu diwaspadai adalah penyakit yang sudah diderita secara menahun, yang sewaktu-waktu bisa kambuh. Gangguan pada kepala, terutama migrain, bisa muncul pada kaum Monyet kelahiran 1968 ke atas. Demikian juga penuruan daya lihat. Mengurangi melek malam bisa mengurangi penderitaan.
Asmara: Situasi dan kondisi sangat memungkinkan kelompok Monyet merasakan nikmat bercinta. Yang perlu diingatkan, bagi yang belum terikat surat resmi sebaiknya menjaga diri dari hawa nafsu. Batasi apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Monyet yang
belum menemukan jodoh, baik yang muda maupun yang berusia lanjut, ada kesempatan memasuki mahligai rumah tangga.
Kendala dan solusi: Tak banyak rintangan yang menghalangi langkah maju warga Monyet, terutama kelahiran 1980. Bagi yang lain, halangan berasal dari dalam diri masing-masing, seperti rasa malas, kurang percaya diri,dan kebergantungan kepada pihak lain. Karena itu, solusinya tak begitu sulit. Hanya dibutuhkan pemompaan semangat. Mengikuti pelatihan yang dapat mempertebal keyakinan dan kemampuan diri dapat memberikan kontribusi cukup signifikan.

AYAM

Kondisi umum: Kurang baik
Peruntungan: Walau tak terlalu signifikan, ada penurunan dibandingkan tahun berlalu. Permasalahan silih berganti, hampir-hampir tak ada waktu luang untuk bernapas lega. Situasi dan kondisi sering berubah secara dramatis dan tak terduga. Keadaan tak
akan berubah sebelum Ayam bisa mengendalikan dan menguasai diri. Yang paling merasakan perubahan ini adalah kaum lelaki. Sifat sok kuasa dan ego yang tinggi menggiring Ayam jantan memasuki jeratan-jeratan yang mematikan. Yang suka bermain api bisa terbakar hingga tak tersisa. Karier bisa hancur, asmara/keluarga bisa berantakan.
Keuangan: Rezeki fluktuatif. Kondisi secara pasti sulit diprediksi karena lingkungan cukup memberikan pengaruh. Bila ia mampu beradaptasi dengan lingkungan, maka rezekinya bisa diharapkan mengalir secara lumintu. Sebaliknya bila ia tak dapat menyatukan diri dengan lingkungan, maka rezeki cenderung menjauh. Jadi, masih ada pilihan kepada kaum Ayam. Khusus Ayam jantan disarankan lebih banyak melakukan kebaikan kepada sesama dan kaum miskin.
Kesehatan: Penyakit warga Ayam kebanyakan merupakan bawaan sejak lahir atau terjangkit selama kurun lahir hingga usia 25 tahun. Bila selama kurun itu tak ada gangguan, maka selebihnya akan sehat-sehat saja, kecuali masuk lingkungan yang salah. Yang harus dilakukan selanjutnya adalah merawat diri agar tak sampai terjangkit atau tertular penyakit dari orang lain.
Asmara: Selama setahun penuh, hampir seluruh hari berjalan warga Ayam sulit berpikir jernih. Bila iman tidak kuat, akan mudah terjebak hasutan pihak ketiga atau masuk lingkaran perselingkuhan. Perang dingin hampir bisa dipastikan sering terjadi di sela-sela
percekcokan yang panas. Terutama yang pasangannya bershio Tikus, Kelinci, Ayam, dan Anjing, hubungan memasuki titik-titik rawan. Bila masing-masing sudah kehilangan rasa hormat dan kepercayaan, perpisahan tak akan bisa dihindarkan. Jangan sekali-kali minta
bantuan pihak ketiga karena tak akan banyak membantu.
Kendala dan solusi: Posisi sering dirugikan bila tak mampu beradaptasi. Kondisi yang sering tidak menentu dan sewaktu-waktu berubah drastis menyebabkan warga Ayam sulit menentukan antisipasi. Bila telaten, bisa saja dibuatkan langkah-langkah penangkal dengan membuat solusi bercabang. Artinya, setiap persoalan dibuatkan lebih dari satu opsi untuk cadangan keluar dari persoalan.

ANJING

Kondisi umum: Cukup baik
Peruntungan: Secara umum, warga Anjing mendapat perlindungan sehingga perjalanan tahun ini relatif lancar. Namun dari sisi batin, ada kesedihan yang menyertai. Kecemasan bisa datang secara tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya. Anjing Api termasuk tahun luka bagi kelompok Anjing, karena sebagian darinya bakal mengeluarkan darah, entah karena benturan maupun luka sengaja karena tindakan operasi. Kalau tak terlalu penting, sebaiknya tidak memegang alat-alat bersisi tajam atau melakukan perjalanan jauh. Kata
kunci bagi warga Anjing adalah bekerja keras pantang menyerah.
Keuangan: Bola liar sering melambung ke arah warga Anjing, sehingga tanpa perjuangan berat, mereka tinggal menyarangkan bola ke jala lawan. Tapi, fenomena ini tak sembarang orang bisa membacanya. Diperlukan kejelian untuk bisa membaca umpan yang datang. Selebihnya, rezeki hanya masuk mengikuti arus yang sedang mengalir. Bila kelompoknya dapat, ia juga dapat. Bila tidak, ya harus menerima kenyataan. Jadi,
tingkatkan kewaspadaan.
Kesehatan: Demam mengiringi perjalanan kesehatan warga Anjing. Walau terkesan ringan, demam yang sebenarnya hanya menjadi salah satu gejala suatu penyakit yang
lebih serius ini bisa menjadi ancaman. Bila sakit yang mengiringi demam itu mematikan, maka mematikan pula dampaknya. Begitu sebaliknya. Karena itu, bila demam mulai muncul, sebagiknya segera dibawa ke dokter untuk diagnosis lebih jauh tentang penyakit yang sesungguhnya agar tak telat penanganan. Penyakit di balik demam yang mengiringi selama tahun ini adalah jantung, buah pinggang, dan osteoporosis.
Asmara: Gelombang cinta naik turun bak gelombang, bergantung hempasan angin dari pasangan. Anjinga yang berpasangan dengan shio Kerbau, Naga, Kambing, dan Ayam akan sering terhempas gelombang besar yang bisa memecahkan biduk cinta. Sedangkan yang nyaris tanpa gelombang adalah shio Macan, Kelinci, dan Kuda. Selebihnya ada terpaan riak-riak kecil. Di lingkungan keluarga, ada kabar tidak menggembirakan. Namun di sisi lain, ada tambahan inventaris rumah tangga.
Kendala dan solusi: Bagi pekerja lapangan, hati-hatilah saat mengoperasikan alat-alat berat atau bersisi tajam. Sedangkan yang lain sebaiknya berhati-hati mengonsumsi makanan atau bersikap hidup salah yang menyebabkan penyakit berat yang membutuhkan tindakan operasi. Bila tak terhindarkan, ada tindakan tangkal agar hal itu tak terjadi, yaitu memberikan sebagian darahnya untuk orang lain (donor darah).

BABI

Kondisi umum: Kurang baik
Peruntungan: Memasuki tahun Tikus Api, bioritme Babi sebenarnya sudah mulai memasuki masa perbaikan. Sayangnya, warga Babi sering terbius harga diri yang dipasang terlalu tinggi sehingga kurang bisa berpikir secara objektif. Efek selanjutnya, kalau tidak bisa menahan diri dan terlalu mengikuti hawa nafsu, ketajaman intuisi dan analisisnya akan menjadi pintu menjerumus. Memasuki bulan keenam-ketujuh, perubahan drastis akan dirasakan warga Babi yang sudah bisa menyelaraskan diri dengan kondisi alam. Sebaliknya, yang gagal membaca perubahan akan tetap pada relnya yang cenderung meluncur turun.
Keuangan: Banyak peluang yang sebenarnya bisa berubah menjadi uang. Asal strategi yang diterapkan untuk meraihnya benar, rezeki dalam jumlah besar akan dapat diperoleh. Bila tidak, hanya angan-angan kosong yang bakal didapat. Kebiasaan sebagian warga Babi 'menyunat' hak orang lain dan memberikan janji palsu turut menghambat aliran rezekinya. Ini bisa diakhiri dengan 'membayar' hak-hak orang-orang yang tersakiti dan bersedekah kepada kaum yatim. Investasi di bidang jasa akan memberi keuntungan, tapi waktunya tidak panjang. Sebaiknya inves di bidang pendidikan dan kecantikan.
Kesehatan: Rematik (encok) dan osteoporosis adalah penyakit yang potensial diderita warga Babi, terutama berkelahiran 1959 ke atas saat memasuki usia 50 tahun. Gangguan bagi warga Babi yang lain muncul di daerah perut dan dada. Ini berkaitan langsung dengan pola makan dan gaya hidup yang terlalu minim tidur sempurna. Obat-obatan tak akan memberikan kesembuhan sejati, melainkan hanya menunda dan menumpuk di hari
tua.
Asmara: Kebahagiaan semu membayang-bayangi garis asmara warga Babi. Walaupun tampak mesra, sebenarnya masing-masing pihak hanya berusaha menyenangkan
pasangan. Padahal, di hati keduanya bergolak pemberontakan. Itu masih lumayan bagus dibandingkan sebagian lain warga Babi yang tak bisa menguasai hati sehingga melampiaskannya kepada pihak ketiga. Perselingkuhan bisa saja terjadi.
Kendala dan solusi: Hampir semua warga Babi memiliki sifat angkuh dan sombong, kecuali yang berelemen air. Sering memandang rendah orang lain dan menghargai
mereka dengan materi menjadikan Babi hilang kendali dan 'rasa kemanusiaan'. Di matanya, tak ada benda dan bayangan lain kecuali uang, uang, dan uang. Untuk
keluar dari kondisi ini, hanya iman yang bisa menuntun. Sedangkan kuncinya membayar hutang yang belum terbayar, sekecil apa pun. (*)

Makan Enak di Emperan sampai Rumah Menteri

04 February 2008


Nasih Uduk Betawi.

MASIH banyak sisa cerita dua malam bersama Mas Habe berburu makanan enak dalam wisata kuliner di Jakarta dalam rangka Penganugerahan Bango Award 2007. Karena tak mungkin menulisnya semua di halaman blog ini, maka akan saya pungkasi dengan cicipan berikut ini.
Tak ubahnya Surabaya maupun kota lainnya, Jakarta tentu menyimpan banyak makanan khas. Namun karena keterbatasan waktu, saya hanya diajak Mas Habe menyinggahi beberapa depot langganannya, yang dijamin memuaskan selera. Bahkan, tanpa harus melancong di tengah kemacetan Ibu Kota, makanan khas itu pun bisa dijumpai dan disantap langsung, misalnya di rumah Mas Habe sebagai menu sarapan, atau di depan Gedung Monumen Pancasila yang tinggal pilih oleh padagang jajanan keliling. Lebih seru lagi, ada teman lama dari Lamongan (Mas Ali Ghozy) yang malam-malam mengundang makan malam di kediaman Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal, Mohammad Lukman Edy.
Saya awali cerita makanan enak ini dengan menu Nasi Uduk Betawi. Inilah menu sarapan pagi itu. Sebagai orang Jawa Timur, tentu saya kurang familier dengan menu itu. Sebab biasanya, pagi sebelum ngantor makanan yang pas adalah nasi pecel. Namun sebagai tamu, tentu saya paham keinginan tuan rumah. Pasti Mas Habe dan istri bermaksud menyuguhkan menu istimewa yang tidak biasa dan memang jarang ada di Surabaya.
Nasi Uduk perfoma dan tastenya sekilas kurang begitu meyakinkan. Satu porsi makanan khas Betawi ini terdiri atas, nasi dimasak bumbu (seperti nasi kuning, red), dilengkapi dengan bihun godok, potongan sayur kangkung dan sawi, ditambah semur tahu plus jengkol, dan tak lupa lauknya telur bali dan kerupuk. Setelah dipersilakan, saya pun mencoba menu sarapan pagi itu. Hmmm, rasanya lumayan. Ada percampuran rasa, kombinasi dari nasi gurih dan manisnya kecap yang berasal dari bumbu semur dan bali, sementara unsur pedasnya berasal dari sambal khusus. Sekilas sih rasanya seperti nasi campur lah, bila di Surabaya.


Ketoprak Jakarta.

Usai sarapan, saya ngantor di kawasan Mangga Dua. Mumpung masih di Jakarta, oleh teman kantor saya diajak mencicipi makanan Betawi lainnya. Kebetulan, ketemu Ketoprak. Saya sudah pernah mendengar nama makanan yang mirip gado-gado ini. Saya mendapatkannya di Food Court Mall Mangga Dua. Perbedaan Ketoprak dengan Gado-Gado yang biasanya aku santap terletak pada adanya Bihun dan Taoge. Lainnya persis sama dengan Gado-Gado, seperti irisan lontong dan tahu yang disiram bumbu kacang.
Sepulang kantor dari Mangga Dua, saya dijemput teman lama yang sudah cukup sukses menapak hidup di Ibu Kota, namanya Ali Ghozy. Sebagai mantan aktivis PMII kala menjadi mahasiswa di IAIN Syarif Hidayatullah, dia memiliki jaringan birokrasi dengan orang-orang PMII yang kini sukses di pemerintahan. Malam itu juga saya langsung diajak hadir di acara makan malam di rumah Bapak Mohammad Lukman Edy, Jl Denpasar Raya Jakarta Selatan. Dalam acara yang dikemas sebagai majelis pengajian tersebut, saya ditawari menu special khas klaten. Namanya Tengkleng Klaten.
Dengan namanya yang aneh membuat saya makin penasaran ingin mencobanya. Apakah gerangan Tengkleng Klaten ini….? Ternyata setelah mencobanya, Tengkleng rasanya mirip sekali dengan gule kambing, hanya saja unsur taste rempah-rempahnya lebih kuat. Menyengat sekali di lidah hingga menusuk ke hidung. Benar dugaan saya, Tengkleng tak ubahnya juga dengan Tongseng.
Bahan utamanya adalah balungan kambing, santan, cabe merah bawang merah, bawang putih, daun jeruk. Arab sekali. Bumbu pendukungnya seperti biasa misalnya garam, merica, minyak buat menumis bumbu, kemiri, daun salam, laos, daun sere, dan bawang goring. Cara makannya biasanya dengan nasi atau lontong.


Penjual Skuteng.

Kenyang makan malam di rumah menteri, saya pun pulang ke Palmerah, kantor Mas Hebe. Namun karena seharian makan menu kelas berat semua, sebelum pulang ke kediaman Mas Habe di Kelapa Dua Kebon Jeruk, kami nyantai dulu ngobrol sembari menikmati hangatnya skuteng (ansle, Red).


Mas Habe dan Mas Ghozy asyik menyeruput hangatnya skuteng.

Minuman khas berbahan santan dengan variasi isi: kacang tanah goreng, roti tawar, dan susu itu benar-benar pas sekali dinikmati malam hari yang dingin. Waduh! Langsung terngiang nih… kapan bisa kembali berwisata kuliner ke Jakarta dan sekitarnya…? Jangan kapok ya Om Habe dan Mas Ghozy bila suatu saat aku balik hunting makanan enak di kotamu lagi. (*)

Ikan Bawal Bakar vs Udang Asam Manis

02 February 2008


Lezatnya Ikan Bawal Bakar.

PULANG dari Jakarta tanpa oleh-oleh rasanya memang hampa. Untuk itu, selama jalan-jalan bersama Mas Habe menelisik tempat makanan enak Ibu Kota, saya sempatkan menyisipkan waktu khusus untuk berbagi makanan enak, meski hanya lewat tulisan ini.
Dua hari berada di megapolitan Jakarta memang kesempatan yang tak boleh saya lewatkan begitu saja. Apalagi, selama ini hiruk pikuk Surabaya dengan segudang kesibukan kantor, sama sekali jarang memberi saya kesempatan untuk refreshing. Untunglah nasib baik benar-benar memihak saya, sehingga lewat sebuah acara serimonial Penganugerahan Bango Award 2007 saya berkesempatan hadir di sana. Lebih dari itu, di daerah yang sangat asing bagi saya itu, sudah menanti seorang kawan lama yang dengan suka cita menemani perjalanan berburu suka ria di belantara Jakarta.
Kemana pun saya pergi, Mas Habe pasti dengan setia mengantar keinginan hati untuk memperkenalkan aneka menu istimewa penggoda selera. Bila pada hari pertama saya diajak mencoba mencicipi kelezatan Bakso Lapangan Tembak Senayan, maka malam harinya saya disuruh mencecap nikmatnya sea food tak jauh dari rumah Mas Habe. Sepulang ngantor di Gedung Pers Pancasila (depan kantor Gramedia, Jl Palmerah), saya dan Mas Habe langsung meluncur mencari pengganjal perut. Setelah agak lama menyusuri jalanan malam Ibu Kota yang lengang, akhirnya kami tiba di sebuah warung tenda pinggir jalan. Itulah depot Sea Food & Ikan Bakar “Nippon 99” Jl. Arteri Kelapa Dua Kebon Jeruk Jakarta Barat.
Saya sudah bisa membaca pikiran Mas Habe, pasti dia akan ngiler menghirup sedapnya aroma ikan bakar yang sedang dikipasi di atas bara api seraya disirami kecap manis yang pekat. Maka saya biarkan saja dia memilih menu kesukaannya itu. Tak perlu berlama-lama Mas Habe menimbang pilihannya, yang akhirnya jatuh pada seekor ikan Bawal berukuran lumayan besar dengan lipatan dagingnya yang cukup tambun. Sementara saya sendiri sudah menjatuhkan pilihan pada seporsi Udang Asam Manis plus Cah Kangkung Udang lengkap dengan Teh Manisnya.


Sedapnya Udang Asam Manis.

10 menit menunggu, akhirnya menu-menu pilihan tersebut diantar oleh seorang pramusaji untuk dihidangkan di atas meja. Di atas piring besar dapat kucium aroma penuh goda kelembutan daging ikan bawal nan lembut mengepul terbawa angin dingin malam itu. Tanpa ragu, Mas Habe pun langsung mencuilnya tanpa sendok-garpu dan langsung mencocolkannya ke dalam sambal kecap. Setelah mengecapnnya dalam beberapa sentuhan di lidahnya, sepertinya ada sesuatu yang kurang dia rasa. Yup, benar sekali, rupanya irisan jeruk nipisnya belum diperas sebagai pelengkap. Maka dengan kecekatan yang terbatas, Mas Habe langsung memeras jeruk nipisnya di atas permukaan belahan daging ikan bawalnya. Aromanya hemmm… makin menggoda selera.
Aku tak mau ketinggalan. Dengan sekali libas aku langsung mengangkat seekor udang dari atas piring yang merendam si udang bongkok di atas linangan saos asam manis. Sebentar aku campakkan kulit kepala binatang lunak itu dan langsung menyantapnya. Maknyuzzz! Gurih dan manis sekali daging sang udang. Apalagi diselingi dengan Cah Kangkung Udangnya, wow… makin memacu gairah makan hingga kekenyangan. Apalagi, udara sepoi Jakarta malam itu yang mulai gerimis seakan mengaduk hasrat makan tanpa henti. Tak ayal, Mas Habe pun memanggil pramusaji untuk minta ditambah seporsi nasi lagi.


Cah Kangkung Udang yang bikin ketagihan.

Usai perut kenyang terisi, pulang ke rumah Mas Habe tanpa membawa buah tangan kok terasa ada sesuatu yang kurang, maka sebelum pulang pun kami mampir dulu ke “Martbak 999” tak jauh dari kami melampiaskan nafsu makan malam sebelumnya. Satu paket martabak istimewa dengan bahan dasar telur itik (bebek) akhirnya kami pulang. Praktis, malam itu tidak ada mimpi dalam tidur kami, karena kita tidur dalam kondisi kekenayangan. Kami baru bangun pagi ketika istri Mas Habe membangunkan untuk salat subuh. Sungguh pengalaman makan malam ekstra yang tak terlupakan. Coba saja seandainya saya datang ke Jakarta belakangan hari ini, pasti tidak bisa jalan-jalan sambil menikmati makan enak bersama Mas Habe, lha wong Jakarta banjir besar.(*)

Sehari Bersama Mas Habe, Mengasyikkan…

01 February 2008


KEPERGIAN Pak Harto untuk selamanya, memang meninggalkan banyak cerita. Termasuk juga cerita di balik peliputan para pemburu berita yang hari itu (28/1) memadati sekitaran rumah mantan penguasa Orde Baru itu, di Jl. Cendana Jakarta.
Pada saat bersamaan dengan hari pemakaman Pak Harto, saya menginjakkan kaki di Stasiun Gambir, Jakarta. Jam sudah menunjukkan pukul 07 kurang, Mas Habe (BISNIS JAKARTA) langsung menyonsong saya untuk meluncur ke Cendana.
Pagi itu, Jakarta cukup lengang. Padahal biasanya, Senin-Jumat ruas jalan utama yang Gambir-Cendana selalu padat. Mungkin karena sejak hari Minggu warga Ibu Kota sudah mengetahui bahwa hari itu akan dilakukan pemakaman mantan presiden RI ke-2, sehingga aktivitas masyarakat tidak begitu ramai di jalan. Prosesi pemakaman Pak Harto sendiri diawali dari pemberangkatan jenazah dari kediamannya di Cendana menuju Solo, Jawa Tangan. Sebelumnya jenazah disalatkan dulu di Masjid At-Tien kompleks Taman Mini Indonesia Indah dan dilanjutkan menuju Bandara Halim untuk diterbangkan ke Solo.
Mas Habe yang pernah merasakan ancaman sniper Cendana, karena menulis “Pak Harto Sehat” hari itu juga terpanggil jiwa kewartawanannya untuk nyamperin Cendana. Padahal, seandainya Bapak Pembangunan tersebut masih hidup, pasti Mas Habe tidak seleluasa itu bisa menginjak-injak jalanan beraspal di kawasan Cendana. Hal itu terlontar dari seloroh beberapa rekan wartawan yang langsung menjabat tangan Mas Habe menandakan keakraban di antara mereka sesame pemburu berita.
“Berani lu (kamu) sekarang keliaran di sini…” seloroh seorang reporter radio yang terlihat begitu akrab dengan Mas Habe. Begitu pula ketika bertemu dengan kru salah satu televisi, gojlokan senada juga langsung menjewer telinga alumnus FBS Unesa yang pada masanya pernah menjadi andalah Bali Post untuk melakukan tugas-tugas investigasi khusus.
Ya, sebagai jurnalis tulen, rasanya tidak ada sumber berita yang tidak bisa ditulis sebagai headline hariannya oleh Mas Habe. Termasuk ketika meliput di Cendana hari itu. Meskipun sudah kehilangan moment upacara pemberangkatan jenazah Pak Harto, namun ternyata ayah dua Adam dan Caisar ini masih saja menemukan objek tulisan menarik. Dan, hari itu yang menjadi bidikannya adalah satu keluarga yang datang khusus ke Cendana sembari membawa karangan bunga duka cita. Keluarga yang terdiri atas Sang Kompyang Suci SH, istri dan dua anaknya itu datang sebagai keluarga pengagum Pak Harto.



ADA juga tokoh nasional yang sempat disamperin Mas Habe, seperti sejarahwan Des Alwi. Sepintas saat menguping hasil wawancara dengan saksi sejarah itu, terlontar sebuah pernyataan bahwa prosesi pemakaman Pak Harto merupakan pemakaman terbesar di Indonesia. Hal itu menurutnya, dibuktikan dengan jumlah pelayat yang terdapat dalam daftar buku tamu tercatat lebih dari 47 ribu orang. Belum lagi pelayat dan masyarakat lain yang berduka atas meninggalnya Pak Harto.
Dalam bincang santai di luar pagar halaman rumah nomor 8, jalan Cendana tersebut, Des Alwi juga mengaku sudah kenal Pak Harto sejak tahun 1946, ketika pasukan pejuang revolusi mundur dari Surabaya. Tak lama berbincang dengan Des Alwi, karena yang bersangkutan hendak pulang, Mas Habe ternyata masih sempat menambah sumber berita dengan mewawancarai pedagang kaki lima, penjual minuman keliling. Jadi, simpulannya adalah, tak perlu diragukan lagi mengenai kenadalan Mas Habe bila kelak kita percayai handle tabloid EDUKASI. Dijamin pasti makin oke. (*)