Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

Archives

Ter-Mangut Nasi Krawu Bu Azzah

18 August 2009


Sajian khas makanan Gresik yang satu ini memang tak pernah membuat bosan penikmat kuliner nusantara. Sajiannya terbilang sederhana, namun di balik itu semua tersimpan berjuta kenikmatan rasa.

ADA banyak depot penyedia nasi krawu di kota Gresik, salah satunya adalah depot Bu Azzah di jalan Panglima Sudirman 83 A Gresik. Di depot Bu Azzah ini nasi krawu dihidangkan di atas piring berlapis daun pisang sebagai pengganti pincuk.
Nasi putih dikrawuk (diambil menggunakan tangan langsung) kemudian ditempatkan di atas piring, ditambah serundeng, mangut, daging suwir, dan sambal hitam yang khas (perpaduan antara terasi dan petis). Yang tak boleh ketinggalan adalah kuah semur yang dihasilkan dari kaldu daging dan jeroan. Hemmm... Benar-benar sulit dicari padanannya.
Nasi krawu Bu Azzah seporsinya dihargai Rp. 10.000, karena setiap sajian disertakan kuah semur secara tepisah dalam sebuah mangkuk kecil. Dengan dipisah seperti itu, penikmatnya bisa mencampur sendiri sesuai selera. Sementara di depot lain biasanya langsung dicampur setelah pengunjung/pelanggan ditawari mau pakai kuah atau tidak oleh penjualnya.
Yang istimewa lagi dari sajian nasi krawu Bu Azzah adalah rasa mangutnya yang gurih mengimbangi serundengnya. Mangut juga dibuat dari kelapa muda, namun prosesnya lebih lama. Karena kelapa mudah setelah diparut dan disangrai masih harus ditumbuk dengan tambahan bumbu pelengkap lainnya dan hasilnya padat, bukan encer seperti kuah mangut di dearah lain.
Serundeng dalam nasi krawu sendiri terdiri atas 3 jenis, yaitu serundeng biasa, serundengn kelapa merah atau yang disebut krawu berasa pedas, dan serundeng kelapa kuning yang dinamakan abon berasa manis. Perpaduan serundeng dan mangut inilah yang membuat rasa nasi krawu begitu nikmat, gurih dan nendang. Apalagi dikombinasikan dengan sambal hitam dan kuah semurnya.
Dinamakan nasi krawu, selain berasal dari salah satu jenis serundeng, sebagian sumber lain mengatakan bahwa julukan nasi krawu itu dari proses pengambilan nasi yang dikrawuk atau krawukan yaitu mengambil nasi atau lauk dengan jemari tangan langsung, tanpa alat bantu sendok atau lainnya, tantu menggunakan pengaman kantung tangan plastik agar sajian tetap hygienis.
Nasi krawu, di Gresik merupakan salah satu hidangan istimewa karena hanya bisa didapat di depotnya. Jarang nasi krawu dijual oleh penjual nasi pada umumnya, karena selama ini para penjual nasi krawu adalah para pendatang dari Madura yang sudah tinggal di Gresik puluhan tahun lamanya.
Di tetangganya seperti Surabaya, nasi krawu sebenarnya juga ada dan dijajakan di pinggir jalan. Biasanya nasi krawu yang dijual di jalanan seperti itu sudah dikemas dalam bungkusan sehingga bisa langsung dibawa pulang atau langsung di santap di tempat.


Keunikan nasi krawu ini memang pantas menjadi ikon kuliner kota Gresik. Popularitasnya memiliki nilai jual tinggi sehingga dapat memudahkan orang mengenal kota yang juga terkenal dengan pudak-nya ini. Apalagi kota Gresik sendiri merupakan salah satu tujuan wisata religi, karena di kota tersebut terdapat makam dan situs peninggalan Wali Songo, antara lain makam Sunan Giri, Maulana Malik Ibarahim, Fatimah Binti Maimun yang biasanya menjelang Ramadhan begini ramai diziarahi pengunjung. Selain itu, di sekitaran kota Gresik sendiri masih ada lokasi wisata lain yang mulai dipopulerkan oleh pemerintah setempat, di antaranya Telaga Ngipik.
Jadi, selain dapat menikmati kuliner Gresik yang nikmat, Anda juga bisa menenteramkan hati dengan ziarah ke makam aulia ternama atau berekreasi ke telaga Ngipik untuk sekadar naik perahu sembari menikmati kesejukan udara yang masih bersih. Jadi, kapan Anda meluangkan waktu mampir ke Gresik? (arohman)

Prolog FJB 2009 Surabaya

07 August 2009


Boleh dikata, event kuliner tahunan yang hingga kini paling eksis dilaksanakan penuh konsistensi adalah Festival Jajanan Bango (FJB). Di bawah PT Unilever Indonesia Tbk, merek Kecap Bango kian melegenda dengan gelaran rutin festival kuliner nusantara yang berlebel FJB ini.
Berkat agenda setahun sekali itu pula, FJB mampu memiliki komunitas yang cukup banyak pengikutnya yang tergabung dalam Bangomania. Dari anggota milis yang terdata sampai saat ini tak kurang dari 3.000 milliser aktif dan menyemarakkan milis dan blognya dengan aktivitas saling tukar informasi kuliner nusantara. Saya pun tak ragu untuk turut bergabung di dalamnya.
Tahun ini, kampanye Bango pun kembali digelar di Surabaya. Bila pada tahun lalu pada penanggalan yang sama 8 Agustus 2008 yang bertepatan dengan 80 tahun Kecap Bango, kemeriahan itu tertumpah di Senayan Jakarta, maka tahun ini, 8 Agustus 2009 giliran masyarakat Surabaya yang dapat menikmati penutupan FJB.
Seakan tak mau ketinggalan dengan 2 kota yang mendahuluinya, Jakarta serta Bandung, Surabaya yang dikenal sebagai kota Pahlawan besok (8/8) akan menjadi saksi kemeriahan pesta kuliner nusantara itu. Apalagi ada panggung hiburannya yang dimeriahkan oleh penampilan Krisdayanti.
Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, saya pun sudah menyiapkan list makanan yang hendak diburu nanti. Setidaknya ada beberapa makanan unik yang jarang sekali dicoba oleh orang biasa. Misalnya saja sate kuda.
Kebetulan sekali, tahun ini, FJB mengundang Sate Kuda Kapasari Cak Moel. Saya belum pernah mencobanya, jadi besok adalah kesempatan emas untuk mencicipi sekaligus mendulang info tentang menu spesial yang satu ini.
Bila di FJB Jakarta 23-24 Mei lalu saya sudah termakan provokasi Surya Saputra untuk mencoba menu Brongkos, maka sebisa mungkin saya akan ajak hots Bango Cita Rasa Nusantara itu untuk mencoba kedahsyatan sate kuda yang langka ini.
Menu lain yang sepertinya tak bisa saya lewatkan adalah Nasi Udang Bu Rudi. Dan, agaknya saya harus menahan diri untuk makanan kelas berat dulu seperti sate kambing dan sejenisnya, karena kondisi kesehatan masih kurang stabil. Untung sewaktu FJB Jakarta lalu saya sudah berkesempatan menikmati Sate Pejompongan, jadi tak menyesal deh bila besok absen menu tersebut.
Jajanan yang akan saya kejar besok adalah Bubur Madura dan Ketan Ireng. Rasanya dua menu ini ringan namun bergizi tinggi. Jadi masih aman-aman sajalah. Sekalian mo mampir ke Soto Madura Wawan. Lama sudah tak menyeruput kesegaran kuahnya dan dagingnya yang empuk.
Oh ya, bagi Anda yang ingin gabung besok, jangan lupa bawa payung. Maklum lapangan Makodam cukup panas. Sekalian buat persiapan dech buah antre Rujak Bango yang dibagikan gratis dalam jam-jam tertentu. Oke. Sampai jumpa besok ya...